Ia juga menargetkan dapat mengikuti uji kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas dan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, keterampilan pengelolaan limbah organik berpotensi mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha dan aktivitas produktif yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat menjadi titik temu antara gerakan konservasi, peningkatan keterampilan, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Dari Konservasi Menuju Green Job
Keikutsertaan Nurhabli Ridwan dalam pelatihan vokasi ini menggambarkan keterkaitan antara gerakan konservasi dan pengembangan kompetensi di bidang green job. Keterampilan pengelolaan sampah organik dapat menjadi bekal untuk mendukung edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kegiatan produktif yang memperhatikan keberlanjutan alam.
Bagi kader konservasi dan komunitas lingkungan, peningkatan kompetensi membuka peluang untuk memperluas kontribusi, bukan hanya dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Sementara itu, sinergi BBPVP Medan, Polrestabes Medan, dan APINDO Medan melalui program Poliran diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha, sehingga lulusan memiliki akses yang lebih baik terhadap peluang kerja.
Melalui integrasi peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan, pelatihan vokasi diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
















































































































