UPDATE

ACEH
ACEH

Pemkab Aceh Besar Terima 516 Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry di Lhoknga

BANDA ACEH, ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menerima sebanyak 516 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang akan melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di 33 gampong dalam Kecamatan Lhoknga dan Leupung.

Serah terima mahasiswa berlangsung di Kantor Camat Lhoknga, Senin (2/11/2026), ditandai dengan penyerahan secara simbolis dari pihak UIN Ar-Raniry kepada Pemkab Aceh Besar, kemudian diteruskan kepada Camat Lhoknga dan Leupung untuk selanjutnya ditempatkan di masing-masing gampong.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad, menyambut baik kehadiran ratusan mahasiswa tersebut. Ia berharap kegiatan KPM menjadi momentum memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan gampong.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada Rektor beserta seluruh jajaran UIN Ar-Raniry yang telah mempercayakan Kecamatan Lhoknga dan Leupung sebagai lokasi pelaksanaan KPM. Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa ini sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan kehidupan masyarakat,” ujar Fata saat menyampaikan arahan Bupati.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga membawa ilmu pengetahuan, kreativitas, dan gagasan yang diharapkan mampu membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal.

Ia menyebutkan, Lhoknga dan Leupung memiliki beragam potensi, mulai dari sektor pesisir, pertanian, perikanan, pariwisata hingga kekayaan sosial budaya yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat, menggali potensi setiap gampong, memperkuat kapasitas generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan literasi digital, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jangan hanya melihat apa yang menjadi kekurangan suatu gampong, tetapi lihatlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat. Saya berharap mahasiswa hadir membawa solusi, bukan sekadar melaksanakan kegiatan seremonial atau memenuhi laporan akademik,” tegasnya.

Fata juga mengingatkan mahasiswa agar membangun komunikasi dan kolaborasi dengan keuchik, perangkat gampong, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, serta pemuda. Menurutnya, keberhasilan pengabdian tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.