UPDATE

NASIONAL

Listyo Sigit Disebut Bentuk Ormas Beranggotakan Para Mantan Napi Teroris, Untuk Apa?

BANDA ACEH – Mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo disebut terlibat dalam pembentukan atau penguatan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang anggotanya terdiri dari mantan narapidana terorisme (napiter) dan simpatisan jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Klaim ini muncul di tengah sorotan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menjeratnya, dengan dugaan ormas tersebut disiapkan untuk mempertahankan pengaruh Politik dan potensi pengerahan massa.Ormas yang menjadi sorotan utama adalah Garda Satya NKRI. Wadah ini menampung sekitar 6.500 hingga 8.000 mantan anggota dan simpatisan JI, dipimpin oleh Para Wijayanto, mantan Amir (pemimpin tertinggi) JI periode 2008–2019. Organisasi ini lahir setelah deklarasi pembubaran JI pada 30 Juni 2024, yang diikuti rangkaian ikrar kesetiaan kepada NKRI. Listyo, yang saat itu masih menjabat Kapolri, menghadiri silaturahmi akbar bersama sekitar 6.500 anggotanya di Solo pada 30 Agustus 2026 dalam rangka syukuran HUT ke-81 RI.

Tujuan resmi yang disampaikan Listyo dan Polri adalah reintegrasi sosial serta deradikalisasi. Garda Satya NKRI disebut sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), merawat persatuan, serta mempertahankan keutuhan NKRI. Anggotanya didorong berkontribusi dalam penanganan bencana, penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, dakwah, dan kegiatan sosial. Densus 88 Antiteror menyusun peta jalan reintegrasi lima tahun pasca-pembubaran JI, termasuk 19 program pelatihan kemandirian ekonomi seperti teknisi AC, barista, kreator konten, pemasaran digital, agribisnis, dan pendampingan UMKM. Listyo menekankan bahwa bergabungnya mereka dilakukan secara sukarela tanpa paksaan.

Namun, sejumlah sumber yang dikutip media menyebut motif berbeda. Menurut sumber di lingkungan penegak huku, Listyo diduga membuat atau mendukung ormas beranggotakan mantan napiter terorisme (serta ormas buruh) karena khawatir kehilangan kekuasaan dan pengaruh setelah digantikan sebagai Kapolri. Langkah itu disebut sebagai upaya membentengi diri, sejalan dengan loyalitas terhadap “Geng Solo”, dan dilakukan dengan sepengetahuan pihak tertentu. Sumber lain di AFU.id menyebut jaringan ormas yang dibina Listyo selama menjabat Kapolri berpotensi dikonsolidasikan untuk pengerahan massa strategis, termasuk kemungkinan “show of force” di sekitar sidang yang melibatkan kesaksian mantan Presiden Joko Widodo.

Klaim-klaim politik ini bersifat spekulatif dan berasal dari sumber anonim, belum dikonfirmasi secara resmi oleh penyidik atau pihak terkait. Secara kelembagaan, program reintegrasi mantan anggota JI telah berjalan di bawah koordinasi Densus 88, BNPT, dan kementerian terkait sejak deklarasi pembubaran, termasuk penyerahan senjata dan bahan peledak pada acara deklarasi di Solo Desember 2024 yang dihadiri Listyo.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
Tidak dapat memuat data story terbaru.
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.