BANDA ACEH – Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto, mengaku mulai mengubah pandangannya terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi sejak akhir 2022.
Perubahan itu terjadi setelah dirinya menemukan sejumlah bukti yang menurutnya menunjukkan perbedaan antara citra Jokowi dengan kenyataan.
Henri mengaku sebelumnya percaya bahwa Jokowi merupakan sosok pemimpin yang jujur dan sederhana.
Informasi negatif mengenai Jokowi kala itu dianggapnya sekadar berasal dari pihak-pihak yang tidak menyukainya.
Namun, pandangannya berubah setelah menemukan berbagai hal yang membuatnya mempertanyakan sosok mantan Wali Kota Solo tersebut.
“Dulu saya juga percaya Jokowi itu pemimpin jujur dan sederhana. Kalau ada informasi yang mengungkap keburukan Jokowi, saya anggap hanyalah produk orang-orang yang membencinya. Tapi sejak akhir 2022 saya menemukan banyak bukti, yang membuat makin meyakini bahwa Jokowi itu, antara apa yang diucapkan dan ditampilkan sangat beda dengan kenyataan,” ujar Henri, lewat akun X miliknya, Minggu, 8 November 2026.
Ia mengakui Jokowi telah membangun berbagai infrastruktur selama menjabat sebagai presiden.
Namun, menurut Henri, capaian tersebut tidak menghapus persoalan lain yang ditimbulkan selama kepemimpinannya.
Henri bahkan melontarkan kritik keras terhadap Jokowi dan keluarganya.
Ia menilai berbagai persoalan yang dikaitkan dengan keluarga Jokowi selama ini tertutupi oleh strategi komunikasi dan pencitraan yang masif.
“Jokowi walau sudah membangun infrastruktur, tapi faktanya di sisi lain dia adalah sumber masalah bangsa ini. Jokowi dan keluarganya itu asli sangat greedy tapi semua keburukan nyata itu bisa ditutupi,” katanya.
Menurut Henri, pembentukan citra positif Jokowi dilakukan melalui strategi komunikasi yang melibatkan buzzer, lembaga survei, berbagai media, organisasi kemasyarakatan, hingga para pendukungnya.
Strategi tersebut, lanjutnya, membuat Jokowi dipandang sebagai sosok pemimpin yang baik dan layak dihormati oleh sebagian besar masyarakat.
Henri meyakini, seiring berjalannya waktu, berbagai fakta yang selama ini dipersoalkan publik akan semakin terbuka dan tidak bisa terus ditutupi.
Ia menyinggung persoalan identitas dan ijazah Jokowi hingga dugaan penyadapan yang belakangan menjadi sorotan.
Henri mengaitkan persoalan penyadapan tersebut dengan orang-orang yang menurutnya selama ini dekat dan loyal kepada Jokowi.
“Kebenaran senantiasa akan muncul untuk menghukum dan menenggelamkan kejahatan yang nyata. Dimulai dengan persoalan identitas dan ijazah. Kemudian terbukanya kasus penyadapan yang faktanya dilakukan oleh orang-orang yang selama ini terbukti dekat dan loyal kepadanya. Gusti Allah ora sare. Pak!!” pungkasnya.



















































































































Komentar Terbaru