UPDATE

NASIONAL

"Pak Jokowi, Carilah Lailatilqadr"

Simpulannya, lailatilqadr adalah malam kemuliaan di mana para malaikat turun membawa rahmat sambil memayungi hamba-hamba yang ikhlas beribadah dengan sayap-sayap mereka.

Malam itu setara dengan seribu bulan sehingga bukan hanya alam, tapi juga setiap insan yang muttaqin memeroleh ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan, dunia dan akhirat.

Kapan Lailatilqadr?

Peristiwa lailatilqadr itu terjadi pada malam-malam ganjil, sepuluh malam terakhir Ramadhan seperti dikemukakan Nabi Muhammad SAW: Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan–atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq ‘alaih).

Hal ini diperkuat Riwayat Aisyah, istri Rasulullah SAW yang mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan” (HR Bukhari dan Muslim).

Simpulannya, pak Jokowi dan saya harus menyemarakkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan shalat, zikir, membaca Qur’an, tahajjud, sedekah, dan ittikaf di masjid atau mushala.

Tanda-tanda Lailatilqadr

Tanda-tanda hadirnya malam lailatilqadr, menurut Rasulullah SAW dapat dilihat dari empat suana:

Pertama: “Matahari terbit pada pagi hari (yang malamnya merupakan malam Lailatul Qadar) tanpa cahaya yang menyilaukan. Ini seakan-akan seperti belanga hingga meninggi.” (HR Muslim).

Kedua: Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW. Kemudian beliau SAW bersabda, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR Muslim).

Ketiga: “Ini (Lailatul Qadar) adalah malam yang cerah. Tidak panas maupun dingin. Kemudian, di pagi harinya (setelah melewati Lailatul Qadar), matahari bersinar dengan warna merah yang lemah.” (HR Ibnu Huzaimah).

Keempat: “Lailatul Qadar ialah malam yang tenang. Tidak panas dan tidak pula dingin. Tidak ada mendung, hujan dan angin. Juga tidak ada bintang yang dilemparkan.” (HR Ath-Thabrani).

Simpulannya, ketika malam lailtilqadr, bulan waktu itu berbentuk separuh nampan. Malamnya cerah dan tidak panas maupun dingin. Tidak ada mendung, hujan, dan angin.

Bahkan, tidak ada bintang terlempar. Pagi harinya, matahari bersinar dengan warna merah dan lemah serta tidak menyilaukan mata.

Tanda Mendapat Lailatilqadr

Pak Jokowi, saya, dan pembaca muslim/muslimah, jika mau mendapat lailatilqadr, shalatlah dengan ikhlas pada malam itu, sesuai dengan sabdanya: “Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qadar karena didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari).

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.