Shalat adalah amalan yang pertama dihisab di akhirat. Jadi, seluruh pembangunan infra struktur, BLT, kartu pintar, kartu sehat dan kartu-kartu lain yang dilakukan Pak Jokowi selama tujuh tahun ini, tidak dihitung jika shalatnya bermasalah.
Ya, saya pernah lihat di TV, Pak Jokowi shalat. Bahkan, pernah menjadi imam, sesuatu yang tidak pernah dilakukan presiden-presiden sebelunya, sekalipun ke-Islaman mereka lebih tinggi dari Pak Jokowi.
Namun, jika diperhatikan dengan teliti, shalatnya tersebut akan membawa Pak Jokowi ke neraka. Sebab, Allah SWT berfirman: Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat ria (QS Al Ma’un: 4-6).
Jika shalat Pak Jokowi benar, maka tidak ada kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang merugikan rakyat, khususnya umat Islam, pemilik negeri ini. Hal ini sesuai firman Allah SWT: “… Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar…” (QS Al Ankabut: 45).
Fakta di lapangan, banyak terjadi kemungkaran karena kepemimpinan pak Jokowi. Ada UU Minerba yang menguntungkan oligarki dan merugikan rakyat jelata. UU KPK diamandemen yang mengakibatkan korupsi semakin marak karena lembaga antirasuah ini sudah diamputasi.
Hal tersebut dapat dilihat dari fakta, KPK tidak bisa menangkap Harun Masiku. Kasus BLBI, E-KTP, dan proyek Meikarta tidak tuntas penanganannya. Bahkan, anak pak Jokowi yang dilaporkan ke KPK, pun tidak jelas perkembangannya.
UU Cipta Kerja memberangus hak-hak pelbagai kalangan di Indonesia. Apalagi, Pak Jokowi sangat ambisi dan memaksa dipindahkannya Ibukota ke Kalimantan Timur yang akan menghabiskan sekitar Rp 500 triliun dalam kondisi keuangan negara yang sangat tidak sehat.
Hal tersebut akan membebankan rakyat karena utang yang menggunung di mana BPK sendiri sudah mengingatkan Pak Jokowi. Hal ini tertuang dalam hasil review atas kesinambungan fiskal 2020 yang dirilis BPK dalam IHPS Semester I-2021 di mana utang pemerintah telah melewati batas ketentuan IMF.
Bahkan untuk tahun ini saja, pemerintah harus membayar bunga utang sebesar Rp 401 triliun rupiah. Padahal, Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Dosa riba terdiri dari 72 pintu. Dosa riba yang paling ringan adalah bagaikan seorang Iaki-Iaki yang menzinai ibu kandungnya.” (HR Thabrani).
Jika pak Jokowi membatalkan semua kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang selama ini merugikan rakyat, maka delapan kenikmatan akan diperoleh. Ulama kharismatik Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyebutkan 8 tanda orang mukmin yang memeroleh lailatiulqadr, yakni: hatinya lembut, mudah menangis, menyesali dosa-dosa lalu, merasa malu kepada Allah SWT, rindu kepada Baginda Rasulullah SAW, senantiasa merasa tenang dan lapang dada, bertambah rajin beribadah dan beramal saleh, serta rindu berjumpa dengan Allah SWT.



















































































































Komentar Terbaru