UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Anies Baswedan Versus Konglomerat Hitam

Tuduhan menggunakan politik identitas sebenarnya semakin massif setelah “Pulau Reklamasi” disegel. Tiga belas pulau dihentikan untuk dibangun. Empat pulau yang terlanjur ada, 65 persennya diambil oleh Pemprov DKI.

Inilah yang kabarnya membuat Suko Sudarso, tokoh berpengaruh di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia) mengapresiasi keberanian Anies. Suko mengatakan bahwa Anies adalah seorang nasionalis sejati.

Sulit mencari seorang gubernur yang berani menutup proyek mercusuar yang menabrak banyak aturan negara tersebut.

Saat ini, ada dua tokoh yang muncul yaitu Anies dan Ganjar. Kalau keduanya nyalon di 2024, saya memilih Anies, tegasnya. “Kenapa pilih Anies?” tanya sejumlah tokoh GMNI.

“Dia nasionalis sejati,” jawab Suko Sudarso dengan tegas. Padahal, Suko Sudarso adalah tokoh satu organisasi dengan Ganjar Pranowo, sama-sama dulu aktivis GMNI.

Anda bisa bayangkan jika anda menjadi pengembang, mimpi dan rencana anda membangun 17 “Pulau Reklamasi” gagal. Di masa Gubernur sebelumnya, semula semuanya berjalan lancar, meskipun menabrak banyak aturan.

Lalu Anies jadi Gubernur DKI, 13 pulau distop dan 4 pulau diambil 65 persennya oleh Pemprov DKI. Ini bukan kesewenang-wenangan. Ini semata-mata menegakkan aturan.

Proyek “Pulau Reklamasi” bukan hanya kepentingan pengembang. Proyek sebesar itu tidak akan mampu dikerjakan hanya oleh pengembang tanpa berkolaborasi dengan pihak-pihak yang kuat dan memiliki akses kekuasaan. Di situ ada sejumlah partai dan pejabat yang diduga terlibat.

Setelah Pilgub DKI 2017 lahir partai baru dan sangat keras terhadap Anies Baswedan. Bukan hanya keras, fokus kerjanya terkesan hanya mencari-cari kesalahan dan berupaya menjatuhkan Anies. Anda silahkan cek, apakah ini ada hubungannya dengan “Pulau Reklamasi” yang disegel Anies?

Pasca penyegelan “Pulau Reklamasi”, tuduhan “politik identitas, radikal dan Intoleransi” semakin masif dan sistematis. Publik memduga ini digerakkan oleh kekuatan dan kepentingan tertentu.

Ada kepentingan bisnis besar yang terganggu oleh kebijakan Anies. Mereka “all out” jegal dan jatuhkan Anies. Semata-mata ini dilakukan karena kepentingan bisnis mereka terganggu.

Setelah ada upaya “menyuap” dan “bernego” diantaranya dengan uang Rp500 miliar gagal, Anies dihajar habis-habisan. Suap Rp 500 miliar ini dibuka Anies. Dan anda bisa laporkan jika anda ragu atas pernyataan Anies yang videonya viral itu. Pembuktiannya di pengadilan, bukan ngegosip di medsos.

“Konglomerat Hitam” akan melawan siapapun yang mengganggu kepentingan “bisnis ilegal” mereka. Saat ini, sasaran mereka adalah Anies. Karena Anies yang dianggap mengganggu kepentingan “bisnis ilegal” mereka.

image_print
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.