Trimedya menambahkan, Ganjar sebagai salah satu kader yang tergolong lama, harusnya paham karakter PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Bagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar tidak menghargai Ibu (Megawati, red),” pungkasnya
Trimedya Memuji: Puan, Pemimpin yang Tak Suka Pura-Pura
Trimedya lantas berbicara mengenai sosok Ketua DPR Puan Maharani yang disebut-sebut sebagai salah satu calon pemimpin nasional di Pilpres 2024.
Menurut Trimedya, sebagai kader yang lama berpartai, Puan adalah pemimpin yang apa adanya, tak suka berpura-pura di ruang publik.
“Mbak Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura-pura yang memoles dirinya seakan akan populis, seakan akan berpihak kepada rakyat. Tapi mbak Puan mencoba menjadi pemimpin ya begitulah dia apa adanya. Dia lahir dari sebagai cucu Bung Karno, anak Bu Mega, anak Pak Taufik kemudian jadi politisi di tingkat nasional ya dia enggak perlu kepura-puraan,” kata Trimedya.
Trimedya menilai, mencari pemimpin haruslah yang apa adanya, bukan mempermak dirinya seolah-olah paling berpihak kepada rakyat. Dia pun kembali menyoroti Ganjar yang hanya memoles diri dari opini publik.
“Jatuh dari sepeda, akting ada hari kanker botak bukan yang begitu-begitu, coba apa gunanya Ganjar botak? Tunjukkan empati? Kan enggak juga. Kenapa dia enggak botak ketika Indonesia kalah di semifinal sea Games,” kritiknya.
Trimedya kemudian memaparkan track record Puan yang jelas sejak menjabat Ketua Fraksi PDIP di era oposisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada periode 2009-2014 itu, Ganjar ada sebagai anggota fraksi.
“Mbak Puan kinerjanya dari mulai ketua fraksi kemudian dia bisa mengorganisir PDI Perjuangan sebagai partai oposisi kita bisa diperhitungkan. Lihat saja kami dulu banyak atraksi yang kita lakukan beda dengan yang oposisi sekarang, enggak jelas,” ungkap Trimedya.
Lalu, kata Trimedya, saat menjadi Menko PMK pada periode 2014-2019, Puan berhasil mengorganisir 7 Kementerian. Seluruhnya, berkinerja baik dan relatif berhasil.
“Semuanya baik, penyerapan anggarannya semuanya baik, kinerjanya juga baik, kemudian dia relatif berhasil membuat tagline revolusi mental membumi dan itu kan sempat menjadi ikon kita ya, revolusi mental itu kan yang digaungkan juga oleh Pak Jokowi,” papar Trimedya.
Kemudian sebagai Ketua DPR, Trimedya menganggap Puan berhasil memimpin Parlemen di tengah konstelasi politik yang tinggi. Apalagi kata dia, para pimpinan DPR adalah kader terbaik parpol di Senayan.
“Pimpinan DPR ini kan jagoan-jagoan semua, ada Azis, ada Dasco, ada Muhaimin, ada Rachmat Gobel, itu kan jagoan-jagoan semua. Dia juga bisa memimpin pemilihan-pimpinan komisi dan AKD mulus semuanya, itu jelas ukuran-ukuran kinerja. Itu yang harus kita sampaikan ke masyarakat,” tandas Trimedya.


















































































































Komentar Terbaru