Selain itu, lanjut dia, dari sanad keilmuan, Tegalsari ini termasuk cikal bakal pesantren pertama. Terutama di Jatim. Mbah Besari juga dikenal dengan perjuanganya melawan penjajah Belanda. ’’Nah, nuansa perjuangannya itu juga kita ambil dalam konteks kekinian,’’ ungkap Gus Salam yang juga menjadi ketua panitia I peringatan Satu Abad NU itu.
Sementara itu, Ketua PCNU Ponorogo KH Fatchul Aziz bersyukur acara Mujahadah Kubro tergelar. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap mendapatkan keberkahan. Terutama dalam hal pengembangan dakwah Islam ahlusunnah waljamaah (Aswaja). Kegiatan ini menjadi sarana silaturrahim kader setelah pandemi melandai.
Komentar Terbaru