BANDA ACEH – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pendidikan taruna Akademi Kepolisian angkatan ke-53 “Arkana Satriadharma” di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/7). Mereka yang dinyatakan lulus tahun ini sebanyak 246 orang, terdiri dari 215 taruna dan 31 taruni.
Kapolri mengatakan, bagi yang meraih penghargaan dan prestasi harus dipertahankan serta mengasah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya, bagi yang belum mendapat kesempatan itu, prestasi bisa diukir ketika sudah bertugas sebagai prajurit Korps Bhayangkara.
“Saya harapkan prestasi terbaik selanjutnya bisa diukir, di manapun anda bertugas. Selama anda melaksanakan dinas,” kata Sigit dalam keterangannya.
Mantan Kabareskrim Polri ini meminta kepada taruna dan taruni untuk terus mengembangkan potensi diri melalui Lifelong Learning dan Learning Under Pressure. Hal ini dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang dengan cepat dan tak menentu.
“Karena dua hal tersebut, Lifelong Learning dan Learning Under Pressure harus terus diasah dan dilakukan untuk membentuk diri menjadi pimpinan Polri yang tangguh, di masa yang akan datang,” ujar mantan Kapolda Banten ini.
Lebih dalam, Sigit menekankan para taruna-taruni nantinya akan menjadi calon pemimpin yang harus selalu siap dalam keadaan apapun. Serta mampu mengawal visi untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.
“Adik-adik taruna, menjadi seorang polisi adalah tugas yang sangat mulia. Namun di sisi lain kalian harus terus ikuti dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi lingkungan strategis yang terus berubah dan akan berdampak terhadap situasi kamtibmas,” ucap Sigit.
Sigit menekankan, Indonesia dan negara lainnya sedang dihadapkan dengan dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian. Sigit berharap, calon perwira muda Polri ini mampu mengasah jiwa kepemimpinannya untuk bisa menjalankan tugas pokok dan lainnya.
“Jadi inilah gambaran tugas yang rekan-rekan akan hadapi, di samping anda semua melaksanakan tugas pokok kepolisian melindungi, mengayomi, melayani serta melakukan penegakan hukum,” tutur Sigit.
Dalam menghadapi dinamika tersebut, kata Sigit, Pemerintah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Di dalamnya, ada tujuh program prioritas nasional yang diharapkan bisa mengubah pondasi ekonomi indonesia dari negara konsumen jadi negara produsen.
“Diharapkan dengan program yang ada, akan menjadi langkah bukan hanya out of the box tapi jump out of the box,” imbuh Sigit.



















































































































Komentar Terbaru