“Rupanya tembakan di dada itu ada dua di dada sebelah kanan, di leher satu, di tangan sebelah kiri ada juga tembakan. Di mata sebelah kanan ada luka sayatan, terus hidung ada jahitan, terus bibirnya juga, giginya juga udah kurang rapih padahal anak kami giginya yang paling rapi,” ungkap Rohani.
“Di kaki sebelah kanan ada luka kalau kami bilang itu luka benda tajam,” lanjutnya.
Tanggapan Polri soal Luka Sayatan
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan luka sayatan pada jasad Brigadir J adalah bekas gesekan proyektil.
“Penjelasan dari penyidik bahwa yang dibilang sayatan itu karena gesekan proyektil yang ditembakkan oleh Bharada E,” ujar Brigjen Pol Ramadhan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), terdapat 7 proyektil yang dikeluarkan Brigadir Yosua. Sementara 5 proyektil dikeluarkan oleh Bharada E.
“Perlu kami sampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Bharada E adalah tindakan untuk melindungi diri karena ancaman dari Brigadir J,” ujar Ramadhan.
Ia menjelaskan terdapat 7 luka tembak di tubuh Brigadir J. Dari 5 tembakan tersebut, terdapat tembakan yang mengenai 2 bagian tubuh Brigadir Yosua.


















































































































Komentar Terbaru