UPDATE

NASIONALEROPAINTERNASIONAL

Sri Mulyani Indrawati Sang Jendral Ekonomi yang Diktaktor, Bekerja untuk Siapa?

Petikan dan tafsiran kalimat ancaman menteri keuangan seperti ini bunyinya.  

#Bagi Warga Indonesia Yang Tidak Bayar Pajak, Dipersilahkan Hengkang Dari Bumi Pertiwi#

Publik akan berbalik bertanya juga ke pemerintah, beranikah berujar juga bagi pejabat atau individu yang melakukan korupsi keuangan dari pos-pos anggaran pemerintah dan dipastikan anggaran tersebut dari pembayaran pajak yang disetor masyarakat.

Apa benar ancaman SMI bisa hanya diartikan perpanjangan tangan dari rezim berkuasa sebagai bentuk kepanikan pemerintah menghadapi keuangan negara yang sedang rapuh.

Saat ini anggaran belanja pemerintah mungkin sudah tekor alias defisit. Sementara pos-pos anggaran yang jatuh tempo dan harus dibayarkan segera.

Pajak adalah instrumen vital untuk membiayai roda pemerintahan dan membayarkan kewajiban negara terutama hutang luar negara.

Dana segar itu harus ada untuk membayarkan utang dan menambah biaya pengeluaran rutin negara. Jalan tercepat mendapatkan uang melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber pendapat pajak masyarakat.    

Sri Mulyani berujar tegas dan berani dengan ancaman bagi WNI tidak bayar pajak. Yang dilakukan menteri ini sangat terhormat dan heroik sebagai pimpinan lembaga, keberanian untuk memberikan kontribusi maksimal sesuai bidangnya.

Tindakan Sang Menteri tidak bisa disalahkan dan seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri bahwa sebuah kementerian menjadi pahlawan disaat negara sedang oleng dan putus asa.    

Pertanyaannya, bisa dijelaskan oleh Menteri Keuangan ke publik, siapa saja warga negara yang punya duit menumpuk dan tidak mau membayarkan pajak dan pajak tersebut merupakan hak untuk negara? 

(Penulis adalah Direktur Sepadanit institut dan Ketua Alumni Gadjah Mada (KAGAMA Cirebon Raya)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.