“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permintaan ekspor biji kopi di Indonesia ke berbagai negara. Namun, setelah dilakukan survey ke KNT Coffee di Banda Aceh, ternyata teknik dalam menyortir biji kopi masih dilakukan secara manual menggunakan tangan, tanpa menggunakan teknologi, begitu pula dengan negara penghasil kopi lainnya,” beber Alifya.
Hal ini menyebabkan proses sortir membutuhkan waktu lebih lama, membutuhkan banyak pekerja dalam melakukan sortasi, membutuhkan tingkat fokus yang tinggi, dan berpotensi menyebabkan stres dan kelelahan para pekerja.
Menurutnya, walaupun mesin teknologi penyortir biji kopi telah banyak dijual di e-commerce, namun mesin tersebut hanya bisa menyortir biji kopi bagus dan rusak dengan harga yang sulit dijangkau. Dampaknya, para pekerja kopi masih harus menyortir biji kopi berdasarkan varietasnya secara manual.
Oleh karena itu, Alifya mengusulkan untuk membuat sebuah model komputer yang dapat melakukan deteksi dan klasifikasi biji kopi arabika berdasarkan tipe biji kopi rusak, peaberry, longberry dan premium dengan harapan dapat menjadi langkah awal bagi peneliti lain dalam pengembangan teknologi sortasi biji kopi dan membantu para petani kopi dalam menyortir biji kopi.
Alifya juga memperkenalkan dataset biji kopi arabika yang dinamakan USK-Coffee Dataset. Dataset ini berisi 8000 gambar kopi dari 4 kelas yang ada, dan akan terus bertambah. Dataset tersebut dapat diakses secara publik melalui Prosiding ICWT dan CyberneticsCom setiap tahunnya telah dipublikasikan di IEEE Xplore dan terindeks scopus.
Sementara itu, Wakil Rektor III USK, Profesor Mustanir, menjelaskan bahwa, ICWT adalah konferensi yang diselenggarakan secara rutin oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung. Tahun ini, konferensi ICWT berkolaborasi dengan UIN Sunan Gunung Djati (UIN-SGD) sebagai patron yang berlangsung 21-22 Juli 2022 di Yogyakarta. Sedangkan IEEE CyberneticsCom sendiri ialah konferensi unggulan dari IEEE Indonesia Section.
“Saya mengucapkan selamat atas capaian yang diraih tiga mahasiswa USK. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita mampu menghasilkan karya ilmiah yang bereputasi internasional,” ungkap dia.[]


















































































































Komentar Terbaru