UPDATE

HIBURAN
HIBURAN

Mengenang Tubagus Guritno, Pemimpin Redaksi Tabloidbintang.com yang Pemberani dan Setia Kawan

Dulu saya sering bertanya-tanya dalam hati, bagaimana Guritno melalui masa-masa sekolah tanpa orangtua yang mendampingi dan mensuport? Tapi menceritakan kesedihan hidup bukan gaya Guritno. Meminta belas kasihan juga bukan bagian dari karakternya. Dia punya cara sendiri mengenang masa kecilnya yang berat. Sekali waktu dia membuat postingan di sosial media, menceritakan waktu kecil sering mengantre pembagian daging korban bersama ibunya saat Hari Raya Idul Adha. Teman yang membaca postingan ini dan lalu membanding kondisinya saat itu yang sudah memiliki karier dan keluarga lumayan mapan, akan ikut bersyukur.

Tapi selain memiliki banyak karakter positif, orang yang tak terlalu mengenalnya sekali waktu mungkin akan dibuat kaget. Kadang dia terkesan melakukan sesuatu tanpa dipikirkan masak-masak akibatnya, terkesan cuek, bagaimana nanti saja. Ada kalanya gurauannya juga terasa sangat sarkas, bisa membuat orang yang mendengarnya salah sangka. Dulu ketika dia akan menikah, sehari sebelum hari H dia masih ngantor. Saya bertanya, besok jadi kan menikah? Ini sebetulnya pertanyaan aneh, tapi jawabannya lebih aneh lagi. “Jadi kalau enggak kesiangan,” katanya sambil cengengesan.

Tak ada yang menyangka Guritno akan pergi secepat ini, di usia masih sangat produktif, meninggalkan istri dan keempat anaknya yang kini menginjak remaja. Tanpa didahului sakit, kepergian mendadak Guritno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kami para sahabatnya. Selasa (09/08) kemarin harusnya kami rapat di kantor. Tapi lewat grup WA dia mengabarkan tak bisa hadir karena baru pulang dari Malang dan masih capek. Kami pun akhirnya sepakat rapat ditunda hari Kamis, tapi Rabu pagi kabar duka itu datang.

Sejak sekolah Guritno dikenal senang berorganisasi. Beberapa tahun terakhir selain bekerja sebagai pemimpin redaksi tabloidbintang.com, dia aktif di organisasi Pramuka sebagai Kepala Pusat Informasi Kwarnas Pramuka. Kemarin Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso bertakziah ke rumah duka almarhum. Beberapa anggota Pramuka juga ikut mengantar sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya di pemakaman keluarga Husen Kartaatmadja, di desa Palasari, Bogor.

Selamat jalan, Tubagus Guritno, beristirahatlah dalam damai. Biar Tuhan yang mengurus semuanya. Kami akan merindukanmu.

Penulis Redaksi

Editor Suyanto Soemohardjo

Sumber: Tabloidbintang

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.