Ada pengamat yang menyarankan agar Jokowi mendirikan partai sendiri dan tidak mengganggu Megawati di PDIP. Pertanyaannya: kalau bisa ambil PDIP, kenapa harus susah payah mendirikan partai lagi?
Para loyalis dan militan Jokowi umumnya adalah pendukung PDIP. Maka, ambil PDIP akan jauh lebih efektif bagi Jokowi untuk memimpin sebuah lokomotif yang sudah besar dan mapan. Tidak perlu lagi tertatih-tatih dari nol seperti Anis Matta mendirikan Partai Gelora dan Amien Rais melahirkan Partai Umat.
Agenda pencapresan Ganjar Pranowo selain sebagai jaminan bagi keamanan Jokowi, juga dibaca publik sebagai upaya mempersiapkan agenda suksesi di PDIP. Sinyal ini telah dibuka oleh para loyalis Jokowi. Mereka usulkan Jokowi kudeta Megawati. Konflik sudah mulai terbuka. Jika ini sengaja, maka Jokowi tentu sudah punya kalkulasi politiknya.
Dengan semakin terbukanya rivalitas Jokowi-Megawati, ketegangan akan semakin membesar dan krusial di tubuh PDIP. Apalagi, dukungan agar Jokowi ambil alih PDIP ini muncul setelah Ganjar Pranowo mendapat peringatan keras dari partai.
Apakah Ganjar menyerah, lalu berhenti kampanye? Tidak! Selama ini, kampanye Ganjar semakin kencang. Ganjar cuek terhadap sindiran Puan dan berbagai serangan dari kubu loyalis PDIP. Ini tandanya, Ganjar melawan.
Ganjar tidak sendirian. Di belakang Ganjar, ada Jokowi yang all out back up, bahkan diduga menjadi Sang Maestro bagi permainan dan manuver Ganjar. Jokowi punya kekuasaan dan akses logistik tak terbatas. Akankah kekuasaan dan akses logistik ini bakal membuat Jokowi berhasil menumbangkan Megawati?
*(Penulis adalah pengamat politik dan pemerhati bangsa)


















































































































Komentar Terbaru