FKTP yang menjadi percontohan dalam pengelolaan yang baik dalam hal PRB adalah Puskesmas Meurobo, Kabupaten Aceh Barat. Puskesmas Meurebo saat ini telah mengelola sebanyak 200 pasien PRB.
“FKTP dapat mengelola pasien PRB dengan inovasinya sendiri, seperti di Puskesmas Meurebo membentuk struktur pengelolaan khusus pasien PRB terdiri dari Pembina, PIC dari PRB, PIC PRB Farmasi dan Dokter PIC PRB, selanjutnya mekanisme pemberian obat utama dapat dikondisikan pada 1 hari yang sama untuk kemudahan pengontrolan dari obat keluar, misalnya setiap tanggal 13 yang menjadikan tanggal tersebut sebagai hari PRB di Puskesmas Meurebo,” Jelas Meri.
FKTP khususnya dari Unit Farmasi Puskesmas yang mengikuti kegiatan tersebut begitu antusias dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut. Harapan bersama dari pengelolaan PRB ini agar Pemberi Pelayanan yaitu FKTP selain menjalankan fungsi one stop service, FKTP khususnya unit farmasi wajib mengetahui juga peredaraan obat di farmasi khususnya obat-obat yang diterima dan diserahkan.
“Unit farmasi FKTP diharapkan dapat mengetahui betul kondisi stok obat yang dimilikinya, pada saat di dropping oleh Apotek, dicatat berapa yang disertahkan diterima dan juga dikembalikan, “ tutup Meri.[]
Editor : Biro Meulaboh.


















































































































Komentar Terbaru