Rabu, 24/07/2024 - 07:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Remaja di Medan Tewas Diduga Jadi Korban Salah Tembak Polisi, Kapolres Memohon Maaf

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Anak Nasional 23 Juli 2024 dari Bank Aceh Syariah

BANDA ACEH – Seorang remaja inisial inisial RF (17) di Medan Belawan, Kota Medan, diduga menjadi korban peluru nyasar oleh oknum kepolisian pada Selasa (16/1) malam. RF tewas karena peluru itu.

ADVERTISEMENTS
Selamat ulang tahun ke-57 Bapak Bustami, S.E., M.Si, Penjabat Gubernur Aceh

Korban tertembak saat pihak kepolisian sedang berusaha membubarkan tawuran.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Bhakti Adhyaksa 2024

Kuasa hukum korban, Hermax Alex Sebastian Tampubolon, mengatakan saat insiden terjadi, korban tidak ikut tergabung tawuran itu. Namun, sedang membeli makan.

ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses atas Perpanjangan masa Jabatan Muhammad Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar dari Bank Aceh Syariah

“Menurut pengakuan keluarga bahwa memang pada saat itu disampaikan kakaknya sendiri, dia pada saat itu ingin membeli nasi, diberikanlah uang Rp 3 ribu,” kata Hermax di Polda Sumut pada Kamis (18/1).

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dari Bank Aceh Syariah

“Enggak berlangsung lama, ada teman korban yang memberikan informasi bahwa adiknya tertembak,” sambungnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat HUT Bhayangkara ke-78 tahun dari Bank Aceh Syariah 2024

Mendapati informasi itu, keluarga korban langsung menuju lokasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Pirngadi, Kota Medan.

ADVERTISEMENTS
Wifi Gratis untuk Rekening Baru di Bank Aceh Syariah

Nahas, pada Rabu (17/1) sore, korban meninggal dunia.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh 2024

Keluarga korban menduga bahwa korban tertembak dengan jarak yang cukup dekat. Hal itu disampaikan melihat bekas luka di kepala korban.

Berita Lainnya:
Hotman Paris Terheran-heran Lihat Cindra Korban Hasyim: Pak Jokowi Harus Cek...
ADVERTISEMENTS
Sukseskan Hari Indonesia Menabung (HIM) dari Bank Aceh Syariah - 1 Juli 2024

“Kalau memang dari korbannya sendiri itu pelurunya masuk dari belakang kepala. Jadi kalau dilihat memang dari jarak dekat itu saya rasa itu tidak diperkenankan, apalagi kalau memang diduga pelakunya aparat kepolisian,” kata dia.

“Sudah taulah mana tindakan tegas terukur terarah. Harusnya kalau terjadi pun tawuran tersebut, aparat kepolisian datang, mungkin dia memberikan peringatan. Jadi walaupun dia merasa diserang, dia harus melakukan pelumpuhan, bukan mematikan,” sambungnya.

Dugaan keluarga semakin kuat bahwa korban merupakan korban penembakan berdasarkan keterangan rumah sakit.

“Kalau untuk korban dinyatakan ditembak, mungkin dari pihak rumah sakit sudah melakukan scan beserta dengan radiologi maupun x Ray, jadi memang ada ada foto thorax-nya memang jelas di foto thorax itu ada seperti jalur peluru yang melintas, bukan seperti ada pake parang misalnya ada luka dari luar, tapi ini memang peluru yang melintas,” jelasnya.

Atas kejadian ini, keluarga korban membuat laporan ke Propam Polda Sumut dengan nomor laporan SPSP2/06/I/22024/SUBBAGYANDUAN.

Berita Lainnya:
Prof Jimly Soal Gugatan Anwar Usman di PTUN: Salah alamat

“Karena kami pada saat ini ada di Bid Propam, yang pasti kita laporkan itu diduga oknum kepolisian,’’ katanya.

Saat dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi belum memberikan respons terkait laporan tersebut.

Sementara Kapolres Belawan AKBP Janton Silaban meminta maaf atas insiden tersebut.

“Pada kesempatan ini saya memohon maaf kepada masyarakat jika ada kekeliruan yang dilakukan personel saat menangani masalah tawuran di Belawan kemarin. Kita semua tidak ingin peristiwa itu terjadi,” kata Janton dalam keterangannya, Jumat (19/1).

Meski begitu, Janton belum bisa memastikan apakah korban tewas terkena tembakan atau terkena senjata tajam dalam insiden pembubaran tawuran itu.

“Polres Pelabuhan Belawan masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pastinya meninggalnya korban,” jelasnya.

Janton menuturkan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kejadian itu.

“Kehadiran polisi untuk menjaga situasi kamtibmas agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Sekali lagi saya memohon maaf dan bertanggung jawab atas kejadian itu,”tegasnya.

ADVERTISEMENTS
Bahagia itu Sederhana dari Bank Aceh Syariah


Reaksi & Komentar

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا الكهف [49] Listen
And the record [of deeds] will be placed [open], and you will see the criminals fearful of that within it, and they will say, "Oh, woe to us! What is this book that leaves nothing small or great except that it has enumerated it?" And they will find what they did present [before them]. And your Lord does injustice to no one. Al-Kahf ( The Cave ) [49] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi