Ia juga tak berbicara lebih jauh saat ditanya komentarnya mengenai aksi Iriana.
“Hal biasa,” ujar Gibran singkat saat ditemui di kantornya di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, dikutip dari TribunSolo.com.
Diketahui, video Iriana mengacungkan dua jari saat mendampingi Jokowi kunjungan kerja ke Salatiga pada Selasa (23/1/2024) lalu, viral.
Aksi Iriana itu dianggap sebagai petunjuk keberpihakannya pada pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, Jokowi juga sempat menuai kritik setelah menyatakan bahwa presiden dan menteri boleh memihak dan ikut kampanye dalam Pemilu 2024.
Menurut Jokowi, presiden dan menteri juga memiliki hak Politik dan hak demokrasi.
“Hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja,” kata Jokowi seusai menyaksikan penyerahan sejumlah alutsista yang dilakukan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, kepada TNI, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.
“Presiden itu boleh loh kampanye, boleh loh memihak. Boleh.”
“Boleh, kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa gini gaboleh gitu gaboleh, boleh menteri juga boleh,” lanjut dia.
Menurut Jokowi, yang paling penting adalah saat berkampanye tidak menggunakan fasilitas negara.
“Itu saja yang mengatur, itu hanya tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” pungkasnya.



















































































































Komentar Terbaru