UPDATE

NASIONAL

Ranggalawe dan Raden Wijaya: Bersama Melawan Kediri dan Mongol, Akhirnya Saling Babat

Padahal, pada praktiknya—dan memang itulah yang sudah direncakanan sedari awal—dari desa tersebut Raden Wijaya ditemani oleh Ranggalawe mengumpulkan sisa-sisa pengikut Singasari dan menyusun strategi untuk menyerang balik Prabu Jayakatwang.

Untungnya lagi, momentumnya kok ya pas dengan kedatangan pasukan Mongol (Dinasti Yuan) pimpinan Ike Mese (Ji-Ku-Mosu) yang diutus Khubilai Khan untuk menyerang Jawa.

Sebenarnya, mereka mau balas dendam atas perlakuan Prabu Kertanegara yang sudah mengiris kuping utusan Mongol bernama Meng Qi pada periode sebelumnya. Tapi, karena Prabu Kertanegara sudah nggak ada dan yang berkuasa atas Jawa waktu itu adalah Prabu Jayakatwang, ya sudah maka Prabu Jayakatwang lah yang jadi sasaran.

Momentum tersebut nggak disia-siakan oleh Raden Wijaya. Dia mengajak Mongol bersekutu untuk menggulingkan Prabu Jayakatwang. Singkat cerita, Prabu Jayakatwang berhasil ditumpas.

Nah, lagi-lagi, keberhasilan itu nggak bisa lepas dari peranan seorang Ranggalawe. Sebab dialah yang turut terlibat dalam proses negosiasi ketika hendak menjalin persekutuan dengan pasukan Mongol. Ia juga yang turut bertarung habis-habisan saat melawan pasukan Kerajaan Kediri.

Bahkan ketika Raden Wijaya memberi instruksi untuk membantai pasukan Mongol—yang sebelumnya diajak bersekutu—Ranggalawe tetep sendika dhawuh dan tumbal nyawa demi memuluskan cita-cita sahabatnya tersebut.

Setelah dua pertempuran besar beruntun tersebut dan menuai kemenangan dengan sangat gemilang, Raden Wijaya yang bernama asli Nararrya Sanggrama Wijaya kemudian mendeklarasikan Kerajaan Majapahit, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai raja pertama dengan menyandang abhiseka (gelar kebesaran) Kertarajasa Jayawardhana. Persisnya pada 1293. Kertarajasa Jayawardhana sendiri kurang lebih berarti, raja Jawa yang berkuasa dan berjasa mengembalikan serta memberi kesejahteraan pada bumi Jawa.

Setelah pengukuhan tersebut, Raden Wijaya langsung membentuk kepatihan (kementerian), termasuk Panca Ring Majapahit (5 pejabat sentral Majapahit). Dan dari sinilah ketegangan antara Ranggalawe dengan Raden Wijaya bermula.

Begini, semula Ranggalawe tentu berharap ia bakal menduduki jabatan penting dalam tubuh Majapahit. Secara, jasa-jasanya terhadap Raden Wijaya jelas sangat besar. Raden Wijaya sudah diselamatkan oleh ayah Ranggalawe dan bahkan dibantu menyusun rencana pemberontakan terhadap Prabu Jayakatwang. Ranggalawe juga sekali pun nggak pernah nggak terlibat dalam gerakan-gerakan yang dilakukan Raden Wijaya.

Menimbang hal tersebut, harusnya Ranggalawe layak menduduki jabatan di Panca Ring Majapahit, atau paling nggak ya jabatan kepatihan di bawahnya lah. Apalagi pada waktu itu memang jabatan-jabatan kepatihan diserahkan kepada siapa saja yang berkontribusi dalam proses berdirinya Majapahit. Tapi, ternyata Ranggalawe hanya dilimpahi jabatan sebagai adipati Tuban.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.