Netizen lainnya bereaksi lebih keras dengan pernyataannya: “Sekarang telah dipastikan bahwa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Iran telah tewas dalam kecelakaan helikopter. Iran harus menyelidiki peran Mossad di dalamnya, dan jika mereka menemukan sesuatu yang melibatkan #Israel, mereka harus membayarnya dengan bunga.”
Dalam laporan pihak berwenang menyatakan bahwa tidak ada masalah mencurigakan yang muncul dalam interaksi menara pengawas dengan awak pesawat. Dengan demikian, laporan tersebut pada dasarnya telah membebaskan Israel dan agen mata-matanya, Mossad, dari segala potensi kesalahan—setidaknya untuk saat ini.
Israel Juga Dituduh Membunuh Presiden Pakistan
Ini bukan pertama kalinya Israel menjadi sorotan atas pembunuhan seorang kepala negara. Beberapa tahun yang lalu, di belahan dunia lain, seorang kepala negara dibunuh dan Mossad dituding sebagai pelakunya. Namun seperti kasus Iran, tidak ada hasil laporan yang menyebutkan keterlibatan Israel dalam kecelakaan itu.
Pada 17 Agustus 1988, Muhammad Zia-ul-Haq, presiden keenam Pakistan, tewas dalam kecelakaan udara di Bahawalpur. Ia didampingi ajudan dekatnya, Akhtar Abdur Rehman, yang juga tewas dalam kecelakaan itu, bersama diplomat Amerika Arnold Lewis Raphel dan 27 orang lainnya.
Beberapa jam kemudian, Ghulam Ishaq Khan, Ketua Senat yang baru diangkat, secara resmi mengumumkan meninggalnya Zia di Radio Pakistan dan Jaringan Televisi Pakistan. Hampir satu juta orang menghadiri pemakaman kenegaraan Zia, yang diadakan di Masjid Faisal Islamabad.
Dua investigasi terpisah diluncurkan yakni oleh Pakistan dan Amerika Serikat. Masih mengutip Eurasian Times, kedua investigasi itu mempunyai kesimpulan berbeda. Media diberitahu oleh Direktur Jenderal Intelijen Antar-Layanan Hamid Gul bahwa pembunuhan Zia adalah hasil dari rencana yang melibatkan “kekuatan asing.”
Beberapa teori konspirasi juga bermunculan, dan kematian tersebut tergolong salah satu yang paling misterius yang pernah terjadi di Pakistan. Pada saat dan setelah kejadian tersebut, Uni Soviet dan Amerika Serikat dituding.
Jenderal Akhtar Abdur Rehman, Ketua Komite Kepala Staf Gabungan dan mantan kepala badan mata-mata negara tersebut, Inter-Service Intelligence (ISI), termasuk di antara korban tewas, menambah kepercayaan pada teori bahwa Uni Soviet terlibat dalam kecelakaan pesawat. Abdur Rehman telah memimpin mujahidin Afghanistan dalam perjuangan mereka melawan Uni Soviet.
Teori konspirasi lain menyalahkan AS. Teori mengenai Amerika Serikat yang merekayasa insiden tersebut mendapatkan momentum ketika laporan awal mengungkapkan bahwa diplomat Amerika Raphel baru dipanggil pada menit-menit terakhir untuk bergabung dengan pesawat tersebut. Namun, janda Raphel menyatakan bahwa suaminya akan bepergian bersama Zia di pesawat dan Jenderal Wassom hanya ditambahkan pada menit-menit terakhir.


















































































































Komentar Terbaru