Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta, termasuk para pengrajin tempe, guru tata boga, pengusaha, koperasi dayah, dan kelompok PKK desa. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas produksi tempe dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat tempe sebagai pangan fungsional yang mendukung kesehatan.
Semua kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari FTI Pusat, SMK Negeri 3 Banda Aceh, serta penyedia kedelai seperti FKS, Azaki, dan Tempe Meuraxa. Semoga upaya ini dapat memajukan industri tempe di Aceh dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Komentar Terbaru