UPDATE

NASIONAL

Kisah Naomi yang Sempat Hilang di Gunung Slamet: Burung Kecil Arahkan Jalan

Dalam kesendiriaanya itu, Naomi terus memikirkan keluarganya. Ia juga terus berteriak meminta tolong dan berharap ada orang yang mendengarkannya.

“Saya sempat minta tolong waktu di atas makanya pas di pos 7 ada yang denger tapi waktu dicari saya nggak ada,” imbuh dia.

Keajaiban

Keajaiban seolah-olah muncul. Naomi tiba-tiba dihampiri seekor burung. Burung itu kecil dan terus berada di sekitarnya, seolah berkata akan menunjukkan jalan.

Naomi sebenarnya sempat ragu, apakah burung itu berniat baik atau tidak, namun akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti burung tersebut dan turun dari titik awal ia tersesat.

“Sebenarnya agak ragu dari awal, saya nggak tahu itu burung apa dan baik atau nggak, dia kaya ngarahin ke bawah. Dan akhirnya aku ngikuti dia ke bawah. Lalu saya turun, akhirnya sampai tengah, bukit saya berhenti, istirahat. Itu burung kecil yang mengarahkan,” ungkap Naomi.

Ia ternyata berada di Gunung Malang, salah satu anak pegunungan Gunung Slamet. Di tempat itu tim penyelamat akhirnya menemukan Naomi pada Selasa (8/10) pagi setelah ia hilang sejak Minggu (6/10).

“Kemudian Selasa sekitar jam 10.00 saya denger ada orang teriak Mbak Vio, Mbak Vio, kamu di mana. Terus saya bilang saya di sini. Saya langsung peluk bapaknya, bapaknya nangis. Terus turun ke bawah buka jalur, soalnya itu di tengah tengah bambangan, gunung malam itu kan nyeleweng ya soalnya. Itu kan tengah-tengah ya, ungkap Naomi.

Setelah berjalan selama 3,5 jam, Naomi akhirnya tiba ke basecamp, ia langsung disambut isak tangis sang ibunda.

Terkejutnya Ortu Naomi saat Tahu Anaknya Hilang di Gunung Slamet

Naomi Daviola Setyanie (17) pelajar asal Semarang yang sempat tersesat selama dua malam di Gunung Slamet ternyata tak pamit kepada orang tuanya untuk mendaki Gunung Slamet. Saat itu, Naomi izin ke orang tuanya untuk ikut kegiatan pramuka di sekolah.

Hal tersebut diungkapkan ibu Naomi, Dwi Ningsih Veronica (40). Ningsih sempat mendatangi sekolah Naomi karena anaknya tidak ada kabar sejak Minggu (6/10).

“Saya cari ke teman dekatnya, saya cari di grup wali kelas, terus minta nomor guru pramuka karena dia pamitnya mau pramuka,” ujar Ningsih saat ditemui di kediamannya, Rabu (9/10).

Ia baru tahu sang anak mendaki Gunung Slamet setelah mendapat kabar dari Tim SAR.

“Tim SAR dari temannya pramuka, nanyain kabar Vio dia tahu kalau Vio di Gunung Slamet, saya kira itu di Ungaran, pas buka Google ternyata jauh banget, saya kaget,” imbuh Ningsih.

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jateng dan gunung tertinggi kedua di Jawa setelah Gunung Semeru. Gunung setinggi  3.432 mdpl ini terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.