UPDATE

NASIONAL

Kisah Mualaf Cristian Gonzales: Awalnya Mengira Azan Orang Nyanyi hingga Cobaan Bertubi-tubi

Keinginannya menjadi mualaf semakin kuat saat melihat istrinya shalat dan mendengar adzan. Gonzales merasa ada sesuatu yang berbeda dan sangat menenangkan dalam agama Islam. Baginya, Islam bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang makna hidup dan hubungan dengan Tuhan.

Setelah menjadi mualaf, Gonzales mengubah namanya menjadi Mustafa Habibi sebagai nama Islamnya. Ia mulai belajar lebih dalam tentang ajaran Islam, termasuk membaca Al-Qur’an dan menjalankan ibadah seperti shalat dan puasa. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadinya tetapi juga kariernya sebagai atlet.

Diterpa Cobaan Bertubi-tubi

Setelah memutuskan memeluk Islam, di luar dugaan Gonzales ternyata ditimpa banyak cobaan. Eva mengungkapkan, suaminya pernah diskors tidak bisa bermain. Kemudian tidak digaji selama lima bulan lebih karena klub mengalami persoalan keuangan hingga suka duka dirinya ketika ingin menjadi WNI.

“Demi menjadi WNI dia enggak bisa pulang selama lima tahun, padahal adiknya sedang ada musibah,” tutur Eva.

Masa-masa sulit dalam karier maupun biduk rumah tangga bersama Eva berlangsung selama setahun. Meski bukan waktu yang pendek, menurut Eva suaminya tidak sedikitpun mengeluh. Eva mengingatkan semua itu hanya ujian ketika Gonzales memutuskan jadi mualaf.

Setelah ditempa banyak cobaan, Eva mencoba menyakinkan dirinya sendiri dan Gonzales bahwa dalam hidup ini tidak ada yang bisa membantu selain Allah. Karena itu, Eva terus berusaha mengajak Gonzales untuk semakin mendekatkan diri pada agama.

Jauh sebelum dikenal sebagai seorang muslim, nama Gonzales masyhur sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sederet klub-klub besar seperti PSM Makassar, Arema Malang, Persik Kediri hingga Persib Bandung sempat merasakan tuah tendangan dan sundulan Gonzales di lapangan hijau.

Suami Eva Siregar ini menunjukkan performa luar biasa yang membuatnya menjadi ikon sepak bola nasional. Pada tahun 2010, ia resmi menjadi warga negara Indonesia melalui proses naturalisasi. Hal ini memungkinkannya bermain untuk Tim Nasional Indonesia.

Sebagai pemain naturalisasi, Gonzales mencatatkan prestasi gemilang di Piala AFF 2010 dengan mencetak lima gol dan membawa Timnas Indonesia mencapai final. Penampilannya yang konsisten membuatnya dijuluki “El Loco” oleh para penggemar. Meski dikenal sebagai striker haus gol bukan berarti perjalanan karier seorang Gonzales terhindar dari masalah. Berbagai cobaan datang saat kariernya sedang berada di puncak.

Setelah melalui berbagai cobaan, karier Gonzales pun mulai merangkak naik. Dia mencetak banyak gol hingga menjadi top skor selama lima tahun beruntun. Gol-golnya, terutama saat membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia pada 2006, menjadi bukti kemampuannya yang luar biasa.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.