Selain dugaan pencucian uang dan kongkalikong Jiwasraya, Febrie juga dilaporkan terkait beberapa kasus lainnya, yakni perkara suap Ronald Tannur dengan terdakwa Zarof Ricar dan dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam tata niaga batu bara di Kalimantan Timur.
Terkait empat laporan ini, Febri menilainya sebagai bentuk pelawanan balik koruptor. Alasannya, ada sejumlah kasus korupsi di Kejagung tengah menjadi sorotan, di antaranya kasus Timah, makelar kasus Zarof Ricar, hingga yang terbaru terkait tata kelola minyak mentah Pertamina.
“Semakin besar perkara yang sedang diungkap, pasti semakin besar serangan baliknya,” ujar Febrie kepada wartawan saat dihubungi, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Febrie mengaku tidak ambil pusing dengan laporan yang ditujukan kepadanya dan menyatakan hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa terjadi. “Biasalah, pasti ada perlawanan,” ucapnya.




























































































Beri Komentar