Lebih lanjut, Makmur juga menyayangkan tindakan Kanit PPA yang memerintahkan petugas pendamping korban dari UPTD PPA Kota Makassar untuk meninggalkan lokasi.
Perilaku ini dinilai sebagai penghalangan bagi upaya pendampingan korban dan merupakan pelanggaran serius.
Makmur, menyatakan bertanggung jawab atas pemberitaan ini dan berharap agar Kapolrestabes Makassar dan Polda Sulsel segera memeriksa oknum Kanit PPA tersebut.
Terkait banyaknya kasus kekerasan seksual yang mandek atau telah didamaikan di Polrestabes Makassar, UPTD PPA akan mengambil langkah-langkah hukum lebih lanjut.
Jika Kapolrestabes Makassar tidak menindaklanjuti laporan ini, UPTD PPA akan melaporkan kasus ini ke Propam Polda Sulsel.
UPTD PPA berkomitmen untuk terus memperjuangkan keadilan bagi korban kekerasan seksual dan memastikan bahwa pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa pengecualian.
Banda Aceh
04.00 WIB
24 °C
Berawan
Kota Langsa
05.00 WIB
24 °C
Udara Kabur
Aceh Selatan
05.00 WIB
24 °C
Berawan
Aceh Tenggara
05.00 WIB
21 °C
Berawan
Bali
04.00 WITA
26 °C
Udara Kabur
Banten
03.00 WIB
24 °C
Cerah Berawan
Bengkulu
03.00 WIB
24 °C
Udara Kabur
DI Yogyakarta
03.00 WIB
24 °C
Cerah
Jakarta Pusat
03.00 WIB
27 °C
Berawan
Jambi
04.00 WIB
24 °C
Cerah
Kalimantan Barat
04.00 WIB
24 °C
Cerah Berawan
Kalimantan Selatan
05.00 WITA
23 °C
Berawan
Kalimantan Timur
05.00 WITA
24 °C
Cerah
Kalimantan Utara
04.00 WITA
25 °C
Hujan Ringan
Kalimantan Tengah
04.00 WIB
24 °C
Udara Kabur
Lampung
03.00 WIB
25 °C
Berawan
Nusa Tenggara Barat
04.00 WITA
25 °C
Cerah
Palu
05.00 WITA
22 °C
Cerah Berawan
Pangkal Pinang
03.00 WIB
24 °C
Berawan
Riau
03.00 WIB
24 °C
Berawan
Sumatera Selatan
05.00 WIB
24 °C
Cerah
Sumatera Utara
04.00 WIB
24 °C
Cerah Berawan
Sumatera Barat
03.00 WIB
23 °C
Berawan
Kepulauan Bangka Belitung
03.00 WIB
24 °C
Berawan
Kepulauan Riau
04.00 WIB
25 °C
Cerah Berawan
Jawa Barat
03.00 WIB
21 °C
Cerah Berawan
Jawa Tengah
04.00 WIB
26 °C
Berawan
Jawa Timur
04.00 WIB
25 °C
Cerah
Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
Komentar Terbaru