“Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya,” ujar Trenggono berkelakar saat diwawancarai awak media usai pertemuan dengan Joko.
Setelah Trenggono, gantian Budi yang bersilaturahmi dengan Joko dan memanggilnya sebagai bos.
“Silaturahmi karena Pak Joko kan bosnya saya. Jadi, saya sama Ibu mau silaturahmi mohon maaf lahir dan batin.
Juga (minta) doain supaya Pak Presiden dan Ibu itu sehat, karena saya masih jadi Menteri Kesehatan kan,” ujar Budi.
Matahari Kembar
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera memandang bahwa silaturahmi kedua menteri tersebut ke kediaman Joko adalah hal yang baik.
Namun soal Trenggono dan Budi yang memanggil Joko sebagai bos, Mardani menyinggung tidak bolehnya ada matahari kembar.
“Tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani.
Meski ia yakin Prabowo tidak tersinggung dengan pernyataan kedua menterinya tersebut, tetapi kewibawaan seorang presiden tetap harus dijaga.
“Bagaimanapun presiden kita Pak Prabowo dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya.
Dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Joko,” kata Mardani.
“Namun, yang jadi pesan saya cuma satu, jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja lagi berat, apalagi kalau dua,” sambungnya mengingatkan.





















































































Beri Komentar