UPDATE

ISLAM
ISLAM

Musuh Islam Terbelah, Umat Melangkah

Sejarah Islam telah mencatat bagaimana umat yang bersatu atas dasar iman dan akidah mampu mengguncang dunia. Di bawah kepemimpinan Rasulullah ﷺ, para sahabat dan generasi awal umat Islam berhasil menyatukan jazirah Arab hanya dalam waktu kurang dari tiga dekade. Dan dalam kurun waktu satu abad setelah itu, Islam telah menyebar ke tiga benua dan mengubah arah sejarah dunia.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan kaum yang lain karenanya.”  (HR. Muslim)

Ini adalah janji Rasul yang telah terbukti dalam sejarah. Ketika umat Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan dan akidah Islam sebagai pengikat, mereka menjadi bangsa yang terhormat, pemimpin dunia, bahkan penegak keadilan sejati bagi seluruh umat manusia.

Jalan Menuju Persatuan Sejati

Oleh karena itu, penyadaran kepada umat tentang potensi besar yang mereka miliki menjadi suatu keniscayaan. Umat harus disadarkan bahwa kekuatan mereka bukan terletak pada senjata, kekayaan, atau jumlah penduduk semata, tetapi pada akidah Islam dan syariah yang mengatur kehidupan secara menyeluruh.

Penyadaran ini tentu tidak bisa dilakukan oleh individu semata. Ia memerlukan kerja kolektif, terorganisir, dan ideologis. Inilah tugas dari jamaah dakwah Islam yang menjadikan akidah Islam sebagai dasar perjuangan. Jamaah inilah yang akan membimbing umat menuju visi besar Islam: tegaknya kembali kehidupan Islam melalui penerapan syariah dan sistem pemerintahan Khilafah.

Khilafah bukan sekadar simbol masa lalu. Ia adalah sistem pemerintahan sah dalam Islam, yang pernah dipraktikkan oleh Rasulullah ﷺ di Madinah dan diteruskan oleh para khalifah setelahnya. Di bawah Khilafah, umat Islam tidak hanya disatukan dalam satu kepemimpinan, tetapi juga dijamin keamanannya, ditinggikan kehormatannya, dan diberi arah hidup sesuai dengan wahyu.

Mengalahkan Musuh Dengan Jalan Jihad dan Persatuan

Musuh-musuh Islam, meskipun saat ini tampak kuat, sejatinya lemah. Mereka tidak memiliki kesatuan visi dan nilai. Sedangkan Islam memiliki sistem hidup sempurna yang mampu menjadi solusi bagi seluruh problematika umat manusia. Maka, jika umat Islam bersatu kembali di bawah kepemimpinan Islam, mereka akan mampu mengalahkan musuh-musuhnya, termasuk membebaskan Palestina dan seluruh negeri Muslim yang terjajah.

Sejarah mencatat bahwa kemenangan Islam atas musuh-musuhnya tidak hanya diraih lewat kekuatan militer, tetapi juga melalui keteguhan ide dan kepemimpinan. Salah satu contohnya adalah kemenangan Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam Perang Hittin tahun 1187 M, yang berhasil merebut kembali Yerusalem dari tangan Tentara Salib setelah menyatukan umat Islam dari berbagai wilayah di bawah panji jihad.

Penutup

Retaknya hubungan Netanyahu–Trump adalah cermin rapuhnya persatuan para musuh Islam. Ia adalah pengingat bagi umat Islam bahwa kekuatan musuh hanyalah ilusi yang terjaga oleh kebodohan dan perpecahan umat sendiri. Maka, saatnya umat ini bangkit, bersatu dalam akidah, mengikuti jalan dakwah Rasulullah ﷺ, hingga tegak kembali kepemimpinan Islam yang akan memimpin dunia dengan keadilan, kemuliaan, dan kemenangan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.