ACEH BESAR – Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC) yang berlokasi di Kawasan Kebun Kurma Blang Bintang, Aceh Besar kembali menerima santri baru angkatan ke-4 Tahun Ajaran 2025/2026.
Santri baru Dayah Wakaf Barbate yang diterima tersebut merupakan lulusan Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (MI/SD) dari 11 kabupaten di Aceh merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga yatim, dan berprestasi di sekolahnya.
Semua santri baru itu dari Kota Langsa, Lhokseumawe, Bireuen, Simeulue, Aceh Besar, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Barat, Pidie Jaya dan Banda Aceh.
Ketua YWBIC Prof Dr Sofyan A. Gani, MA dan para pengurus telah melakukan berbagai persiapan acara penyambutan yang direncanakan pada Sabtu 12 Juli 2025 mendatang.
“Alhamdulillah ini sudah angkatan keempat, semua santri baru berasal dari kabupaten/kota di Aceh. Mereka terdiri dari anak yatim-piatu, dan fakir miskin,” kata Prof Sofyan usai menggelar rapat bersama pengurus di Kedai Kopi Om Tom Lueng Bata, Minggu (22/06/2025).
Prof Sofyan menambahkan, adapun angkatan pertama santri Dayah Wakaf Barbate saat ini mereka sudah menyelesaikan pendidikan Tsanawiyah atau akan memasuki Madrasah Aliyah (MA) tahun ini.
“Kita juga sudah melakukan pembangunan asrama bagi santri kelas satu ma di lokasi tanah wakaf yang diwakafkan oleh keluarga Tgk Saifuddin Ibrahim, tempat nya tidak terlalu jauh dengan kebun kurma,” ujar prof sofyan lagi.
Meskipun demikian katanya, pihak yayasan mengajak utamanya para pengurus dan kaum muhsinin yang memiliki niat membantu pendidikan santri yatim, dan menyisihkan sebagian dari rezekinya untuk agama Allah SWT dengan peduli pada anak yatim-piatu.
“Kita juga buka kesempatan melalui program orang tua asuh, di mana para orang tua dapat memberikan infak secara tetap dan rutin untuk kebutuhan anak, nanti kalkulasi ada atau minimal seberapa mampu, tetapi secara tetap setiap bulan/minggu/hari,” jelas Prof Sofyan.
Perlu diketahui bahwa Dayah Wakaf Barbate adalah dayah terpadu yang didirikan dengan visi memujudkan generasi Aceh yang mampu menghafal Al-Quran sebagai calon pemimpin di masa depan. Di sini semuanya gratis tidak dipungut biaya apapun.
“Sudah berjalan tahun keempat, selama ini banyak donatur yang membantu secara ikhlas dari kalangan kaum muslimin, begitu juga dari lembaga pemerintah seperti Kemenag Aceh, Baitul Mal Aceh, para Kepala Sekolah SMP/SMA, Kelompok Pengajian dan lainnya, kami sangat berterima kasih,” pungkas Prof Sofyan.


















































































































Komentar Terbaru