Selain itu, Farid juga menyoroti gedung baru RSUD Meuraxa, tepat di ruang rawat inap Al Huda yang belum difungsikan dan belum memiliki jalur ramp yang menghubungkan antar lantai, yaitu jalur yang bisa mendorong tempat tidur pasien antar lantai.
“Tidak bisa cuma andalkan lift, karena kalau nanti listrik bermasalah atau kondisi darurat, tentu tidak bisa dipakai tangga, bagaimana mau menurunkan atau menaikkan pasien ke lantai atas,” ujar Farid.
Sementara itu, dr Taufik menyampaikan terima kasih atas dukungan dan masukan dari Komisi IV DPRK Banda Aceh kepada pihak rumah sakit, untuk terus perbaikan pelayanan.
“Kami sudah menerima masukan dari Komisi IV DPRK tentang perbaikan IGD, yang merupakan etalase rumah sakit. Kita akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanan di IGD dan RSUD Meuraxa. Ini juga sesuai dengan arahan dari Ibu Walikota,” ujarnya.
Ia berkomitmen untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, sebagaimana permintaan Komisi IV DPRK Banda Aceh.
“Karena kalau pasien mendapat pelayanan yang baik dan kenyamanan, maka secara psikologis 40 persen penyakitnya sudah teratasi. Insya Allah kami komit untuk melakukan pembenahan layanan,” ujar Taufik.
Kunjungan Komisi IV DPRK berakhir setelah mendengarkan presentasi rencana pembenahan dan perbaikan IGD oleh dirut RSUD Meuraxa.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Pengawas RSUD Meuraxa, Muhammad Ben Umar, dan beserta anggota dewas, Indra Milwady dan Kun Misbahul Munawar.[]















































































































Komentar Terbaru