Selain itu, guna mewujudkan visi dan misi para pendiri yayasan untuk mencetak generasi Aceh kedepan yang siap melanjutkan kepemimpinan, tetapi mereka memiliki jiwa Al-Qur’an dan kemampuan intelektualitas Islam yang lurus. Diharapkan kejayaan Islam dan kemajuan Aceh dapat dikembalikan.
Prof Sofyan yang dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada dunia pendidikan optimistis bahwa program pendidikan gratis dan Tahfiz Al-Qur’an di Dayah Wakaf Barbate yang ia kelola bersama pengurus YWBIC akan mencapai keberhasilan dan kegemilangan meski perjalanan menuju ke sana butuh kerja keras dan kesabaran yang kuat.
“Kita benar-benar memulai dari niat yang tulus dan mendalam untuk membantu anak-anak yatim Aceh yang kehidupan mereka mungkin kurang beruntung. Para pendiri dan pengurus serius mencurahkan segala upaya dan sumber daya agar niat baik ini dapat berhasil, dan alhamdulillah saat ini sudah tahun keempat,” ujar Prof Sofyan.
Dia juga mengatakan, semua dana, tenaga, pikiran, dan fasilitas berasal dari pengurus dan pewakif yang memberikan hartanya di jalan Allah dengan membantu operasional dayah dan seluruh kebutuhan santri hingga saat ini tidak ada yang kurang, semua tercukupi dengan baik.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ustadz Mijaz Iskandar, untuk menutupi seluruh kebutuhan rutin santri yang mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan, pihaknya juga turut mendirikan unit-unit usaha produktif sebagai sumber pemasukan jangka panjang.
“Beberapa unit usaha yang di saat ini telah mulai berjalan dan tumbuh dikelola oleh internal yayasan, dan menjadi semacam tempat praktik bisnis juga bagi para santri diharapkan akan menjadi sumber pendapatan bagi pendanaan dayah kedepan,” ucap Mijaz.
Keberhasilan-keberhasilan yang tercapai tersebut tentunya tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, Pemerintah Aceh, Kemenag Aceh dan Aceh Besar, Bappeda Aceh, Baitul Mal Aceh, Bank Aceh Syariah, USK, UIN Ar-Raniry, Kodam IM, Kejaksaan Jantho, BPN Aceh Besar, Para Kepala Sekolah SMP/SMA Banda Aceh, SUPM Ladong, Puskesmas Blang Bintang, dan lembaga lainnya.
“Begitu pula donatur individu yang telah menginfakkan hartanya, alumni SPGN Banda Aceh, kelompok ibu-ibu pengajian, GM Hotel, para pengurus Yayasan Wakaf Barbate Islamic City, pemilik media, dan masyarakat sekitar yang selalu memberikan dukungan,” pungkasnya.



















































































































Komentar Terbaru