UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

Drama Mundurnya Bupati Sudewo

Memang, seperti di pusat, pajak daerah bisa dinaikkan. Tapi bupati tidak berhak asal menaikkan seenaknya. Ada prosedur: pembahasan bersama DPRD, pertimbangan dampak ekonomi, dan sosialisasi. Kenaikan PBB 250 persen, dalam logika publik, bukan kebijakan -itu penamparan, itu perampokan.

Sudewo memang akhirnya membatalkan kebijakan ini setelah protes meledak. Tapi amarah sudah jadi bara. Warga merasa ini bukan sekadar soal angka pajak, melainkan simbol arogansi kekuasaan: menaikkan tarif seperti menekan tombol “upgrade” di game tanpa memikirkan pemain yang masih level satu.

Yang menarik, demonstrasi ini sudah menelan korban di kedua pihak: pendemo dan aparat. Dan meski ada “pengumuman mundur” versi panggung rakyat, massa tidak bubar. Justru mereka semakin yakin bahwa ini bukan hanya soal pajak, tapi tentang hubungan retak antara rakyat dan penguasanya.

Ada yang menyabut ini “Reformasi ala Pati”. Mungkin terdengar hiperbolis, tapi polanya sama: Ada kebijakan yang memicu amarah. Ada orasi dramatis. Ada tuntutan mundur. Ada keraguan publik terhadap proses politik resmi. Bedanya, kalau Reformasi 1998 berujung pada lengsernya Soeharto, drama Pati ini masih gantung.

Kalau bupati dan DPRD mau belajar, kasus ini adalah alarm keras: kebijakan publik itu bukan sekadar angka dan tanda tangan, tapi soal rasa keadilan dan logika rakyat.

Menaikkan pajak bisa, tapi harus jelas tujuannya, transparan penggunaannya, dan disosialisasikan sebelum ketok palu. Di sisi lain, publik juga perlu paham bahwa perubahan pemimpin harus lewat jalur hukum yang sah, bukan sekadar lewat viral video.

Walhasil, mungkin Pati sedang memberi pelajaran kepada kita semua: politik itu memang sering seperti panggung. Ada aktor utama, figuran, naskah, dan penonton. Tapi di Pati, penontonnya bosan, naik ke panggung, rebut mikrofon, lalu menulis adegannya sendiri.

Bedanya, kali ini penonton belum berhasil mengganti aktor, tapi sudah membuat seluruh negeri menoleh dan bertanya: “Jadi, ini mundur beneran atau cuma latihan?” Setelah cek fakta, dengan hati kecewa mereka berkata, “wah ini cuma drama dunia.”

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.