Bahkan, ketika petugas bertopi itu menghampiri, Tribunnews masih berada di posisi dekat motor sambil melepas jaket.
Tribunnews pun diminta untuk berbincang di luar pagar perumahan.
Menurutnya, hal ini untuk menjaga keamanan penghuni lainnya.
Petugas keamanan pun menjelaskan bahwa proses penggeledahan oleh KPK memang digelar pada Jumat (15/8/2025) lalu.
Namun penggeledahan hanya berlangsung sebentar.
“Pagi hari (penggeledahan), cuman sebentar, paling tiga jam,” ucap dia.
Dia juga mengatakan ada empat mobil yang datang ke kediaman Yaqut untuk melakukan penggeledahan.
“Ada empat mobil yang datang,” katanya.
Meski sedang bertugas pada hari penggeledahan, petugas keamanan itu mengaku tidak mengetahui persis proses dan apa saja yang dibawa oleh penyidik KPK.
Saat itu, dirinya tidak ikut mendampingi proses penggeledahan yang dilakukan KPK.
“Ada yang lain yang mendampingi, dari keamanan di rumah. Memang ada petugas keamanan tersendiri di rumah (Yaqut),” kata dia.
Petugas keamanan juga mengatakan bahwa Yaqut sedang tidak berada di kediamannya pada Senin siang ini.
Namun, penuturannya, Yaqut sempat pulang beberapa hari lalu dan kembali meninggalkan rumahnya kemarin.
“Bapak lagi di luar, lagi enggak di rumah. kemarin sempat pulang, tapi pergi lagi,” kata petugas keamanan.
Ketika menjelaskan keberadaan Yaqut, petugas itu tak melihat ke arah Tribunnews dan terlihat memalingkan wajahnya.
Yaqut Dikenal Ramah
Petugas keamanan juga mengungkapkan sosok mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor ini dikenal ramah dan baik kepada warga perumahannya.
Bahkan, Yaqut disebut selalu menegur petugas keamanan saat keluar dan masuk perumahan.
“Baik orangnya Bapak, ramah juga dengan warga,” kata dia.
Perlakukan yang sama pun masih ditunjukan Yaqut setelah KPK mencegahnya ke luar negeri dan menggeledah rumahnya dalam pengusutan kasus dugaan korupsi Haji.
“Masih sama (ramah), enggak berubah,” tambahnya.
Yaqut disebut telah tinggal di kawasan Condet selama kurang lebih 8 tahun.
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta Timur, pada hari ini, Jumat (15/8/2025).
Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji Indonesia untuk periode 2023–2024.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi langkah penyidik tersebut.
Menurutnya, penggeledahan bagian dari serangkaian upaya untuk mencari barang bukti yang dapat membuat terang perkara.
“Ya benar, hari ini tim melanjutkan rangkaian penggeledahan terkait perkara penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji. Tim hari ini melakukan penggeledahan di dua lokasi,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (15/8/2025) petang.


















































































































Komentar Terbaru