Saat ditangkap, Ken mengakui memang sempat bertemu dengan Dwi Hartono sebelum Mohamad Ilham Pradipta tewas.
“Saya terakhir ketemu Dwi itu di Hotel Fairmont,” katanya.
Ia mengaku bertemu Dwi Hartono sekitar satu atau dua bulan lalu.
“Sebulan dua bulan lalu,” kata Ken.
Polisi pun mempertanyakan isi obrolan Ken dengan Dwi saat bertemu.
“Ngobrol tentang dari, restoran,” kata Ken dikutip dari Youtube Jacklyn Choppers.
Tak jelas apa yang diucapkan Ken, namun terdengar ia mengucapkan tentang rekening.
“Mandiri, bagi dari tandanya bantu rekening,” kata Ken dengan suara tidak jelas.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengungkap ada empat kelompok dalam kasus kematian Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta.
“Satu aktor intelektual, dua klaster yang membuntuti, tiga klaster yang menculik,” katanya.
Aktor intelektual dalam hal ini adalah Dwi Hartono, Ken, AA dan YJ.
Sedangkan yang menculik yakni AT, RS, RH dan RW.
Mereka bertiga ditangkap di rumah Jalan Johar Baru III Nomor 42, RT 05/09, Johar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (21/8/2025).
Sedangkan RW alias Eras ditangkap di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari yang sama.
Sedangkan kelompok terakhir berperan untuk menganiaya hingga mengakibatkan Ilham meninggal dunia.
“Empat klaster penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban,” katanya.
Pengacara dari Eras penculik Kacab Bank, Adrianus mengatakan bahwa kliennya hanya ditugaskan untuk membawa paksa Ilham Pradipta.
Menurutnya, Eras dan kawan-kawan tidak mengetahui bahwa bosnya menghabisi nyawa Ilham.
“Kalau mereka tahu bahwa pekerjaan ini sampai menyebabkan kematian, saya yakin sebagai orang beragama dan kami juga sebagai orang Katolik pasti menolak pekerjaan seperti ini,” katanya.
Ia mengatakan klaster Eras mengaku ketakutan saat membawa jenazah Ilham dan membuangnya di Desa Nagasari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Kalau membuang jenazah ini yang menjadi tanda tanya saya. Pas mereka pulang tengah malam, ada perasaan ketakutan dari mereka bahwa tidak sesuai dengan yang dijanjikan awal,” katanya.
Kepala Cabang Bank BUMN Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta diculik di area parkir swalayan kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Rabu (20/8/2025).
Ia ditemukan tewas dengan kondisi kaki tangan terikat serta mata dililit lakban di area persawahan Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi pada Kamis (21/8/2025).


















































































































Komentar Terbaru