BANDA ACEH – Sejumlah anggota masyarakat di Provinsi Aceh menyatakan dukungannya terhadap wacana penghapusan tunjangan dan gaji pensiun seumur hidup bagi anggota DPR RI. Menurut mereka, kebijakan itu selama ini sangat melukai hati rakyat kecil, terutama di tengah tingginya angka kemiskinan di Indonesia.
“Bagaimana mungkin, ketika rakyat semakin sulit, anggota DPR RI justru menikmati fasilitas mewah hingga pensiun seumur hidup? Ini sungguh di luar nalar,” ungkap Sabar, aktivis Antikorupsi Aceh, Jumat (3/10/2025).
Ia menyinggung data Bank Dunia yang menunjukkan bahwa jumlah masyarakat miskin Indonesia masih sangat tinggi. Sementara itu, para anggota DPR RI selama menjabat telah memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari gaji besar, aneka tunjangan, hingga kemudahan dalam mengakses proyek-proyek bernilai fantastis.
“Indonesia sedang menghadapi tantangan besar, mulai dari kebutuhan anggaran pembangunan, persoalan sosial, hingga beban utang negara yang disebut-sebut mencapai puluhan ribu triliun. Ironinya, wakil rakyat justru menikmati uang negara tanpa bekerja maksimal, bahkan ada yang terseret kasus korupsi,” tegasnya.
Pengamat tersebut menilai wajar jika DPR RI diperlakukan sama dengan rakyat biasa setelah masa jabatannya selesai. Menurutnya, kerja lima tahun dengan berbagai kemewahan sudah lebih dari cukup sebagai penghargaan negara.
“Apalagi banyak dari mereka yang setelah tidak lagi menjadi anggota DPR RI justru masih berkuasa, misalnya terpilih sebagai kepala daerah. Maka, tidak ada alasan bagi mereka untuk tetap menerima gaji pensiun seumur hidup dari uang rakyat,” tambahnya.
Ia pun meminta agar aturan yang mengatur pensiun seumur hidup mantan anggota DPR RI segera dihapuskan. “Sudah saatnya mereka juga merasakan kehidupan rakyat yang mereka wakili. Jangan sampai seumur hidup hanya menikmati uang rakyat tanpa rasa malu,” pungkasnya.


















































































































Komentar Terbaru