Pria 59 tahun itu menghabiskan sebagian besar hidupnya di Kota Cirebon.
Ia merupakan anak dari pasangan Mohamad Tamsur dan Munijah.
Nashrudin mengenyam pendidikan dasar di SDN Kebon Baru III Kota Cirebon dan lulus pada 1979.
Kemudian, Nashrudin melanjutkan pendidikannya di SMPN 1 Kota Cirebon dan lulus pada tahun 1982.
Selanjutnya, Nashrudin bersekolah di SMAN 1 Kota Cirebon dan lulus tahun 1985.
Nashrudin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Jurusan Manajemen Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI), hingga menyandang gelar sarjana pada 1989.
Selain itu, Nashrudin juga mengambil pendidikan hukum di Universitas 17 Agustus Kota Cirebon dan mendapat gelar Sarjana Hukum pada tahun 1990.
Karier
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Nashrudin memulai kariernya sebagai pengusaha hotel dengan menjabat General Manager Hotel Baru di Cirebon.
Setelah lebih dari 10 tahun menjadi pengusaha perhotelan, ia kemudian terjun ke panggung Politik dengan menjadi kader Partai Demokrat yang sah dibentuk oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan tokoh-tokoh lainnya pada 2003.
Nashrudin baru bergabung dengan Partai Demokrat pada 2006 sebagai kader.
Pada 2009, Nashrudin dipercaya memimpin Partai Demokrat di Kota Cirebon alias sebagai Ketua DPC.
Saat pemilu legislatif 2009, Nashrudin mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon dari Partai Demokrat dan terpilih menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Cirebon I yang wilayahnya meliputi Kecamatan Kejaksan dan Lemahwungkuk.
Suami Ginawati Limansyah itu lantas didapuk menjadi Ketua DPRD Kota Cirebon periode 2009-2013.
Setelah itu, Nashrudin mencalonkan diri sebagai Wakil Wali (Wawali) Kota mendampingi Calon Wali Kota Ano Sutrisno dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cirebon 2013.
Pasangan calon walkot dan wawali Kota Cirebon itu dicalonkan oleh didukung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PPP hingga berhasil unggul atas empat pasangan calon lainnya.
Ano-Nashrudin meraih 27.232 suara atau 38,2 persen mengungguli pesaing terdekat mereka yakni pasangan Bamunas S Boediman–Priatmo Aji yang diusung PDIP meraih 23.891 suara atau 34,8 persen.
Pasangan Ano-Nashrudin lantas ditetapkan KPU sebagai pemenang pilkada dan dilantik oleh Gubernur Jabar saat itu Ahmad Heryawan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon pada 16 April 2013 di Gedung DPRD Kota Cirebon.
Di tengah masa jabatannya, Ano wafat pada Februari 2015, dan Nashrudin pun langsung didapuk sebagai pengganti posisi jabatan Wali Kota Cirebon.

















































































































Komentar Terbaru