UPDATE

NASIONAL

Istri Ridwan Kamil Gemas pada Pengelola Ponpes Al Khoziny, Orangtua Santri: Ini Musibah dari Allah

Kedatangan ambulans yang membawa jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo itu disambut tangis pilu keluarga dan warga sekitar.

Bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo tersebut ambruk pada Senin (29/10/2025) lalu.

Sejumlah warga menurunkan satu peti dari dalam ambulans yang berisi jenazah Moh Royhan Mustofa (17).

Jasad Royan ditemukan pada hari keenam proses evakuasi, Sabtu (4/10/2025) pukul 14.00 WIB.

Ayah Royhan, Syukur, mengaku ikhlas atas peristiwa yang menimpa anaknya.

“Saya ikhlas dengan setulus hati, itu bukan kehendak kiai, itu musibah dari Allah,” ungkap Syukur, di komplek pesarean umum selepas prosesi pemakaman, dikutip dari TribunJatim.com.

“Bagaimanapun saya ikhlas menerimanya, insya Allah anak saya Syahid,” imbuhnya.

Syukur menuturkan, proses identifikasi terhadap Royhan berjalan dengan lancar karena ditemukannya sejumlah tanda pengenal pada tubuh, seperti jahitan luka, tanda lahir bagian leher, dan ada tumbuh daging di bagian dada.

“Itu yang membuat proses identifikasi berjalan lancar sehingga tidak sampai tes DNA ke Jakarta karena tanda lahir terlalu banyak,” pungkas Syukur.

Sementara itu, di waktu yang sama, rombongan BPBD Bangkalan juga mengawal jenazah santri lainnya, Sulaiman Hadi (15), asal Kampung Morleke, Desa Kolla, Kecamatan Modung.

Sekretaris BPBD Bangkalan, Catur Fajar A menyampaikan, pihaknya mendapat tugas untuk menerima dua korban dari Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo yakni Moh Royhan Mustofa dan Sulaiman Hadi.

“Awalnya ke Desa Kolla, namun karena tidak ada orang maka dipindah ke Desa Serabi Timur,” ungkap Catur

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.