Ia menyebutkan, pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh guru PJOK dari seluruh SD dan SMP negeri di Aceh Besar. Pada hari terakhir, para peserta akan diuji kemampuan mereka tanpa melihat instruktur, untuk mengukur sejauh mana keterampilan yang telah dikuasai. Selain itu, USK juga akan membantu guru-guru dalam melatih instrumen tes kebugaran jasmani di sekolah masing-masing.
Ketua Program Studi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK), Prof. Mudatsir M. Kes, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu dari 70 proposal kegiatan pengabdian yang diajukan ke USK, dan menjadi satu-satunya yang berhasil memperoleh pendanaan penuh dari kampus.
“LPPM USK akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini untuk memperkuat kapasitas guru PJOK dan menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Pelatihan ini juga mendukung program nasional yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Gerakan Ayo Olahraga dan Kampanye Indonesia Bugar 2045. Program tersebut menargetkan peningkatan Indeks Kebugaran Jasmani Nasional serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, S.Pd., M.Pd., jajaran Disdikbud Aceh Besar, serta para guru PJOK dari seluruh SD dan SMP Negeri se-Aceh Besar.[]

















































































































Komentar Terbaru