UPDATE

NASIONAL

Nama Jokowi Nyaring Disebut dalam Korupsi Kuota Haji

Masalahnya bukan di Istana, melainkan di dapur operasional Kementerian Agama, saat kuota itu dibagi tak sesuai undang-undang. Dari total tambahan, proporsi haji khusus melewati batas, dan di situlah dugaan korupsi bermula. Jokowi aman, kata KPK. Yang terseret tetap para operator di bawah.

Namun bagi publik yang gemar teori besar, penjelasan hukum sering terasa kalah dramatis dibanding cerita jebakan politik. 

Gus Yaqut sudah “dikepung” sebelum palu KPK diketok, kata Islah. DPR menekan, opini publik memanas, podcast beredar, dan akhirnya status tersangka turun seperti tirai besi. 

Apakah ini murni penegakan hukum, atau orkestrasi yang lebih rapi dari sekadar salah hitung kuota? Pertanyaan itu dibiarkan menggantung, karena memang di situlah letak kenikmatan tontonan ini.

Gus Islah sendiri bukan tokoh sembarangan. Aktivis NU, pegiat moderasi, penentang radikalisme, dengan gaya bicara lugas dan sering menusuk. 

Kisah hidupnya pun sinematik, dari menggelandang di Amerika Serikat hingga jadi pengkritik keras di dalam negeri. Ketika sosok seperti ini bicara, publik otomatis pasang telinga, meski sadar betul bahwa yang disampaikan masih klaim, belum vonis kebenaran.

Akhirnya, kasus Gus Yaqut bukan hanya perkara hukum, tapi juga panggung besar tempat politik, agama, diplomasi, dan media bertabrakan. 

Kita menontonnya sambil tertawa pahit, karena di negeri ini, bahkan ibadah pun bisa terseret ke pusaran intrik. Seperti semua tontonan menarik, ceritanya belum tentu selesai di episode ini.

(Ketua Satupena Kalbar)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.