Ini malah vibe-nya seperti villain sinetron azab jam sahur yang sembunyi sambil pegang tasbih dan muka sok teduh. Tinggal kurang efek petir CGI dan suara, “Allahuakbarrrr!”
Tapi akhirnya tetap ditangkap. Kementerian Agama langsung mencabut izin pesantrennya permanen.
Tamatlah kerajaan ceramah akhlak yang ternyata fondasinya lebih rapuh dari janji caleg habis pemilu.
Dari sinilah kita belajar, hormati ulama itu wajib, tapi jangan parkir otak di luar pagar pesantren.
Akal sehat tetap harus hidup. Sebab di negeri ini, kadang yang paling keras bicara soal moral justru diam-diam jadi final bos kemunafikan.
Mulai sekarang, kalau ada manusia minta ditaati mutlak tanpa kritik, tanpa pertanyaan, tanpa logika, hati-hati wak… jangan-jangan itu bukan guru, tapi admin grup WA keluarga yang naik level jadi boss terakhir.
(Ketua Satupena Kalbar)






























































































Beri Komentar