UPDATE

NASIONAL

Tersangka Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Dikabarkan Telah Ditahan Polisi Mesir

BANDA ACEH – – Pendakwah Syekh Ahmad Al Misry dikabarkan telah ditahan aparat keamanan Mesir usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap para muridnya oleh Bareskrim Polri.Koordinator korban, Habib Mahdi Alatas mengatakan, Syekh Ahmad ditahan Al-Amn al-Watani atau Pasukan Keamanan Nasional Mesir, bagian dari Kepolisian Nasional Mesir (ENP), sejak 23 April 2026, sehari setelah kasus tersebut terungkap ke publik.

“Di sana udah ditahan. Ahmad Misry itu ditahan dari mulai tanggal 23 April. Jadi kan kami tuh pertama saya speak up itu tanggal 22 April ya. Tanggal 23 dia ditahan,” tutur Mahdi, kepada awak media di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Mahdi mengaku memperoleh informasi tersebut dari sejumlah kenalannya di Mesir. 

Namun, ia belum mengetahui secara rinci alasan penahanan Syekh Ahmad oleh otoritas setempat.

“Tahu-tahu ada dari kendaraan dinas Al-Amn al-Watani dari pihak Mesir itu menjemput Ahmad Misry, istrinya, dengan orang tuanya. Lalu dibawa. Saya bilang kepada orang suruhan saya, ‘Kalian jangan dekat-dekat, karena Al-Amn al-Watani itu boleh nembak siapa aja.’ Gitu,” kata Mahdi. 

“Kalau misalnya dicurigain, dia boleh tembak. Yang akhirnya saya bilang, ‘Kalian nggak usah dekat-dekat, jauh aja, tapi nanti kita pantau.’ Nah di Al-Amn al-Watani juga kan saya punya orang, ya kan. Punya kenalan gitu kan,” sambung dia.

Menurut Mahdi, pemerintah Mesir diperkirakan tidak akan memberikan perlindungan khusus kepada Syekh Ahmad karena yang bersangkutan tidak memiliki pengaruh di negara tersebut.

“Pemerintah Mesir enggak akan melindungi dia. (Karena Syekh Ahmad di Mesir) sebagai orang biasa. Nah inilah, kita nih jangan mudah kaget, jangan mudah terharu ngeliat ada orang sedikit bisa bahasa Arab langsung dianggap sebagai dewa. Jangan gitu,” ucapnya.

Sementara itu, Mahdi menyebut pihaknya saat ini mendampingi 13 korban yang tersebar di berbagai daerah. 

Para korban diduga dijanjikan beasiswa ke Mesir oleh Syekh Ahmad, namun akhirnya terlantar dan harus mengurus kebutuhan pendidikan serta izin tinggal secara mandiri.

“Faktanya korban yang yang sudah berjalan itu tidak mendapatkan beasiswa. Uang tiketnya dia bayar sendiri, bahkan di sana di Mesir itu terkatung-katung kurang lebih selama setahun. Dia harus ngurusin sendiri izin tinggalnya, ngurusin sendiri masuk ke sekolahannya. Jadi ya udah kayak anak kambing aja dilempar begitu ke padang rumput, seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Warta Kota telah mencoba mengonfirmasi perihal Syekh Ahmad telah ditahan kepada Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, tetapi belum ada jawaban.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.