UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

15 Mahasiswa Pendemo Temui Gibran di Istana Wapres, Beri Tenggat Waktu 5 Hari Penuhi Tuntutan

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan pertemuan secara tertutup di dalam Istana merupakan hasil kesepakatan bersama antara mahasiswa dan pihak pemerintah.

“Kami datang dengan niat baik untuk menyampaikan aspirasi dan bagaimana Indonesia ini tetap baik-baik saja. Karena itu pertemuan dilakukan secara langsung di dalam,” ujarnya.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian mereka.

Jika dalam lima hari ke depan tidak ada respons konkret dari pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan, mereka memastikan akan kembali menggelar aksi demonstrasi dengan skala yang lebih besar.

“Kita akan turun lagi dan melakukan aksi jilid berjilid-jilid,” katanya.

Sebelumnya, aparat kepolisian memasang pengamanan berlapis untuk menghalau aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bung Karno (UB1K) di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Di tengah penjagaan ketat tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga BBM, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, massa mahasiswa sempat tertahan di kawasan Tugu Tani saat berupaya menuju Istana Negara.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat sempat terjadi ketika polisi membentuk barikade untuk membatasi pergerakan massa.

Setelah beberapa saat, mahasiswa akhirnya dapat bergerak menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Namun, mereka kembali dihentikan di kawasan Patung Kuda dekat Gedung BSI Tower sehingga aksi unjuk rasa terpusat di lokasi tersebut.

Aparat keamanan tampak membentuk pagar manusia yang terdiri dari personel Sabhara hingga Brimob.

Selain itu, polisi juga memasang pagar besi serta menempatkan kendaraan taktis untuk menutup akses menuju kawasan yang lebih dekat dengan Istana Negara.

Meski sempat terjadi ketegangan karena massa meminta agar aksi tidak dihalang-halangi, demonstrasi tetap berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa poster berisi kritik terhadap berbagai persoalan ekonomi dan penggunaan anggaran negara. Orasi juga terus disampaikan melalui mobil komando yang berada di tengah massa.

Salah satu orator yang mengaku mewakili mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bung Karno menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis yang dinilai perlu dievaluasi.

Menurutnya, program tersebut berpotensi membebani keuangan negara apabila tidak disertai perencanaan dan pengawasan yang memadai.

image_print
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.