Kontroversi Pola Makan Haaland
Pola makan Haaland telah memicu perdebatan di kalangan ahli nutrisi. Beberapa menganggapnya sebagai puncak nutrisi olahraga yang dipersonalisasi, dengan menunjuk pada kepadatan nutrisi yang ekstrem dari jeroan. Sementara itu, yang lain memperingatkan bahwa itu adalah model ekstrem yang membawa potensi risiko, seperti infeksi parasit dari mengonsumsi produk susu dan jeroan mentah atau setengah matang. Orang awam disarankan untuk tidak menirunya tanpa pengawasan medis yang ketat.
Haaland tetap tidak terganggu oleh kekhawatiran ini. Dia sangat yakin bahwa kualitas bahan-bahan yang digunakannya adalah kunci keamanan, dan kontrol ketat atas asal-usul makanan meminimalkan risiko yang terkait.
“Jika Anda melihat tubuh saya, jika Anda melihat kaki saya, Anda akan melihat bahwa saya telah banyak berubah,” kata striker City itu dalam sebuah wawancara dengan Diario AS.
Saya telah menjadi kuat. Saya menjadi lebih cepat, itu salah satu hal terpenting. Berat badan saya naik dari 86 kg menjadi 94 kg, tapi itu bukan perut buncit karena bir, melainkan massa otot yang besar. Saya sangat memperhatikan apa yang aku makan.
– Erling Braut Haaland –
“Hal pertama yang saya lakukan di pagi hari adalah mendapatkan paparan sinar matahari di mata saya; itu baik untuk ritme sirkadian. Saya juga mulai menyaring air minum saya. Saya pikir itu bisa memberikan manfaat besar bagi tubuh saya,” tambahnya.
Latihan
Berat badan Haaland naik dari 86 ke 94 kilogram. Dan, seperti yang ia katakan sendiri, itu semua adalah massa otot murni, bukan timbunan lemak. Program latihan Haaland difokuskan pada peningkatan kecepatan, kelincahan, kekuatan, dan kebugaran menyeluruh. Bukan pada pembentukan otot ala binaragawan.
Stanislav Macek, mantan pelatih Haaland saat bermain di klub RB Salzburg, Austria, mengatakan kepada Goal.com, bahwa Haaland melakukan 300 push-up dan 1.000 sit-up setiap hari.
Daya tahan stamina ditempa terus dengan latihan di treadmill, bersepeda, menggunakan mesin dayung, dan lari cepat HIIT (High-Intensity Interval Training).
Macek mengkonfirmasi, Haaland melakukan latihan lari beban yang dipadukan dengan lari cepat menanjak sesering mungkin. Latihan-latihan itu membantunya meningkatkan kecepatan, kelincahan, dan kebugaran secara keseluruhan, agar dapat mempertahankan performa puncaknya di lapangan. Latihan itu semua dirancang dengan cermat oleh ayahnya sekaligus ahli nutrisi, Alfie Haaland.
Haaland secara khusus juga menekankan kerja mobilitas di area pangkal paha dan pinggul bersama fisioterapisnya, Mario Pafundi. Ia mengakui dulu pernah kesulitan dengan rentang gerak di area tersebut, tapi setelah latihan peregangan yang konsisten, fleksibilitas itu memungkinkannya mencetak gol dari sudut-sudut yang sulit dengan gerakan akrobatik.


















































































































Komentar Terbaru