UPDATE

NASIONAL

Sinyal Pisah Jalan Jokowi-Prabowo Makin Nyata, Tahu Survei Kepuasan Pemerintah Anjlok, Solo Langsung Bergerak

BANDA ACEH – Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi soal kemungkinan perubahan Politik sebelum Pemilu 2029 dapat dibaca sebagai sinyal awal kubu Joko Widodo (Jokowi) untuk menyiapkan langkah politik di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Ray menyebut pernyataan tersebut sebagai semacam “soft deklarasi” bahwa kubu Jokowi siap menghadapi kemungkinan berpisah jalan dengan Prabowo pada Pilpres 2029.

“Ini semacam pradeklarasi bahwa Pak Jokowi siap berpisah dengan Pak Prabowo tahun 2029 yang akan datang,” kata Ray dalam diskusi pada Jumat (28/8/2026).

Menurut Ray, munculnya potongan video Budi Arie ke publik juga menarik untuk dicermati. Ia menilai bagian video yang beredar justru memuat pernyataan yang paling substantif terkait kemungkinan perubahan politik sebelum 2029.

“Sebab yang dipotong sebenarnya video yang menurut saya paling substantif, tapi juga paling berbahaya,” ujar Ray.

Polemik bermula dari pernyataan Budi Arie dalam sebuah forum ketika ia duduk di samping Jokowi. Budi Arie menyebut insting politiknya melihat kemungkinan perubahan situasi yang lebih cepat dari Pemilu 2029.

Ia bahkan menyinggung kemungkinan terjadinya “patahan sejarah” seperti percepatan Pemilu 1999 setelah perubahan politik pada akhir 1990-an.

Pernyataan tersebut kemudian memicu spekulasi mengenai kemungkinan perubahan politik nasional sebelum 2029.

Ray Sebut Kubu Jokowi Mulai Punya “Amunisi”

Terlepas dari klarifikasi Budi Arie, Ray melihat pernyataan tersebut dari perspektif dinamika politik menuju 2029.

Menurut dia, kubu Jokowi saat ini dinilai memiliki sejumlah modal politik untuk tidak sepenuhnya bergantung pada Prabowo.

“Karena mereka punya amunisi. Mereka menganggap ini mungkin saatnya deklarasi, meskipun masih soft deklarasi terhadap kekuasaan yang dalam hal ini Pak Prabowo,” kata Ray.

Ray mengaitkan analisis tersebut dengan perubahan persepsi publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran yang terlihat dalam sejumlah survei terbaru.

Survei Tempo Catat Kepuasan Pemerintah Tinggal 37 Persen

Survei Tempo Data Science menjadi salah satu data terbaru yang menunjukkan penurunan tajam tingkat kepuasan publik.

Survei yang dilakukan pada 31 Juli-11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden di 38 provinsi itu mencatat tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran hanya 37 persen.

Angka tersebut terdiri dari 34 persen responden yang menyatakan puas dan 3 persen sangat puas. Sebaliknya, 62 persen menyatakan tidak puas, dengan rincian 50 persen kurang puas dan 12 persen tidak puas sama sekali.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.