Dalam perspektif geopolitik, Amir menyoroti pendekatan Presiden Rusia Vladimir Putin terhadap masyarakat Muslim di negara.
Menurutnya, Indonesia dapat mempelajari bagaimana kepentingan keagamaan, ekonomi dan geopolitik dapat berjalan secara bersamaan.
Rusia memiliki populasi Muslim yang besar, terutama di kawasan seperti Tatarstan dan Kaukasus Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia juga semakin aktif mempromosikan hubungan ekonomi dengan negara-negara Muslim.
Pendekatan tersebut tidak hanya dilakukan melalui politik identitas, tetapi juga melalui perdagangan. Salah satu contohnya adalah kerja sama halal.
Pada April 2025, Rusia dan Indonesia menandatangani kesepahaman terkait sertifikasi halal. Pemerintah Rusia melihat kerja sama tersebut sebagai pintu untuk memperluas ekspor produk pertanian dan pangan ke Indonesia.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga memperkuat kerja sama dengan lembaga halal Rusia melalui forum Russia–Islamic World: Kazan Forum 2025.
Dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo dan Putin pada Juni 2025, kedua negara menyebut nilai perdagangan bilateral tahun sebelumnya mencapai US$4,3 miliar. Dalam empat bulan pertama 2025, volume perdagangan disebut meningkat sekitar 40 persen.
Kedua negara juga menyatakan memperluas pasokan gandum Rusia ke Indonesia serta ekspor produk pertanian Indonesia ke Rusia.
Gandum menjadi salah satu komoditas penting dalam hubungan tersebut.
Data USDA memperkirakan produksi gandum Rusia untuk musim pemasaran 2025/2026 mencapai sekitar 83,5 juta ton.
Indonesia sendiri merupakan salah satu importir gandum terbesar dunia karena kebutuhan industri tepung terigu, mi, roti, biskuit dan berbagai produk pangan.
Data industri yang dikutip Interfax menyebut Indonesia mengimpor sekitar 10,5 juta ton gandum pada musim 2024/2025, dan angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 12 juta ton pada musim berikutnya.
Rusia bahkan telah menjadi salah satu pemasok gandum Indonesia. Dalam dua tahun terakhir hingga 2025, Rusia disebut telah mengekspor lebih dari 2 juta ton gandum ke Indonesia.
Di sinilah pendekatan ekonomi dan agama bertemu.
Rusia melihat Indonesia bukan hanya sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, tetapi juga sebagai pasar halal yang sangat potensial.
Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia mencatat kerja sama halal menjadi salah satu agenda dalam hubungan ekonomi RI-Rusia. Kedua negara membahas teknologi, infrastruktur dan investasi di sektor halal.
Pada 2025, Rusia bahkan menyatakan keinginan memperluas ekspor produk halal ke Indonesia.

















































































































