“Pokoknya selagi ini saya sampaikan ini anak kami, ini siswa kami, dia anak SMA yang ada di wilayah Sumatera Utara itu anak kami, jadi tanggung jawab kami juga,” katanya.
“Selama ini mungkin hanya masuk dari Dinas Kesehatan, nah kita akan coba masuk juga Dinas Perlindungan Anak karena kan di sana ada psikologi, ada psikolog dan segala macam,” pungkasnya.
Febiona Alami Gangguan Ingatan hingga Sulit Bicara
Febiona merupakan salah satu dari ratusan siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo pada Kamis (13/8/2026).
Siswi berprestasi yang diketahui merupakan juara satu di kelas dan wakil ketua OSIS itu kini mengalami gangguan daya ingat.
Ibunya, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan perubahan kondisi Febiona mulai terlihat setelah kejadian keracunan.
Saat keluarga dan kerabat datang menjenguk, Febiona disebut tidak lagi mengenali sejumlah orang yang sebelumnya dekat dengannya.
“Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).
Kondisi Febiona kemudian kembali memburuk. Ia mengalami kesulitan berbicara yang diduga berkaitan dengan kondisi lidahnya.
“Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya,” katanya.
Febiona sempat dibawa ke RSUP H Adam Malik untuk menjalani pemeriksaan. Ia diperiksa sejumlah dokter spesialis, termasuk dokter spesialis gastro anak, neurologi anak, dan psikiatri.
Sempat Kejang Berulang
Sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik, Febiona telah beberapa kali mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.
Setelah mengalami keracunan pada 13 Agustus 2026, Febiona sempat dibawa ke RSU Kabanjahe dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” kata Elvinus menceritakan makanan MBG yang disantap anaknya.
Setelah menyantap makanan tersebut, Febiona mulai mengalami pusing, gatal-gatal, muntah, dan lemas.
Ia kemudian dirawat selama tiga hari di RSU Kabanjahe sebelum diperbolehkan pulang. Namun, kondisi Febiona kembali memburuk setelah mengalami kejang.
Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Efarina Berastagi dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji.
Febiona menjalani perawatan selama sekitar satu pekan sebelum menjalani rawat jalan.
Pada Sabtu (5/9/2026), ia kembali mengalami kejang sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Amanda.
Elvinus berharap anaknya segera mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga tidak terus-menerus harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit.


















































































































