UPDATE

NASIONAL

Bobby Nasution Soroti Siswa Karo yang Alami Gangguan Ingatan Usai Keracunan MBG

“Kami pun capek. Tolong dikasih obatnya yang tepat. Dia selalu bilang mau sekolah. Tapi kayak mana mau kita kasih sekolah,” tuturnya.

353 Siswa Karo Diduga Keracunan MBG

Insiden keracunan MBG tersebut berdampak terhadap 353 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Karo.

Hidangan MBG yang dikonsumsi para siswa diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di area Kodim 0205/Tanah Karo.

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, mengatakan dapur tersebut dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ) Kodim 0205/Tanah Karo.

“Yang kelola adalah SPPG Yayasan Manunggal Kartika Jaya Kodim 0205/TK,” kata Sandy.

Dinas Kesehatan Pemkab Karo bersama pihak terkait kemudian mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Sebagai tindak lanjut, operasional dapur SPPG dengan kapasitas lebih dari 2.900 penerima manfaat dihentikan sementara atau disuspend.

“Ya ini kejadian fatal yang terdampak pada anak-anak kita. Ada 353 siswa yang terpapar,” kata Bobby.

Hasil Laboratorium Disebut Mengandung Bakteri

Belakangan beredar dokumen yang disebut sebagai hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

Dalam dokumen tersebut, sampel nasi disebut positif terkontaminasi Bacillus cereus, sampel ikan dencis dengan saus positif mengandung Staphylococcus aureus, sedangkan sampel melon disebut positif Escherichia coli (E. coli).

Dokumen tersebut beredar di media sosial setelah diunggah salah satu akun Threads.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait yang mengonfirmasi hasil laboratorium tersebut maupun menyatakan bahwa bakteri tersebut secara langsung menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami Febiona.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut dugaan awal keracunan berasal dari ikan yang tidak dimasukkan ke freezer selama 10 hingga 12 jam.

“Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, itu suatu kebodohan dan kelalaian. Kami sudah menutup dapur dan mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” tegasnya.

Pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden keracunan yang menimpa ratusan siswa di Karo tersebut

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.