UPDATE

NASIONAL

Roy Suryo Beberkan Kebohongan Saksi Maret Samuel Sueken di Sidang Ijazah Jokowi, Apa Saja?

BANDA ACEH  – Roy Suryo menuding saksi Maret Samuel Sueken menyampaikan sejumlah keterangan bohong dalam persidangan kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Tuduhan itu disampaikan Roy setelah sidang dengan agenda pemeriksaan dua saksi, yakni Maret dan Lechumanan, rampung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (28/10/2026).

Roy mengaku lebih menghormati kesaksian Lechumanan dibandingkan Maret. Dia menilai sikap Lechumanan selama persidangan lebih sopan.

“Lechumanan jauh lebih polite jauh lebih sopan, jauh lebih jujur ya dibandingkan dengan Maret Samuel Sueken yang tadi teman-teman sudah bisa lihat semuanya perilakunya, menuding-nuding teman-teman semua, ya,” kata Roy usai persidangan di PN Jaktim, Rabu (28/10/2026).

Roy kemudian membeberkan sejumlah hal yang menurutnya menunjukkan adanya kebohongan dalam keterangan Maret. Salah satunya terkait tautan video yang digunakan sebagai bukti saat Maret melaporkan Roy ke polisi.

Menurut Roy, video tersebut bukan berasal dari sumber asli, melainkan tautan TikTok milik pihak lain yang telah diberi tambahan keterangan. Dia juga mempersoalkan durasi video yang hanya 7 menit 33 detik, sementara acara yang menjadi sumber video berlangsung lebih dari empat jam.

“Kebohongan pertama kan saya katakan, saya dan dia kan mengajukan beberapa link ya, saya tanya, apakah link itu Anda sendiri yang download? Ya. Kemudian tanya, apakah Anda nonton full?” Salah satu acara yang biasanya durasinya itu adalah 4 jam lebih bahkan kadang-kadang bisa lebih ya,” kata Roy Suryo.

“Nah, itu dia hanya download sepanjang 7 menit 33 detik. 7 menit 33 detik digunakan untuk memastikan tindakan saya di situ dan apalagi yang dia download itu adalah URL sampah, link sampah. Itu dari TikTok orang lain, itu sudah ada tambahan caption, bukan asli dari TV yang bersangkutan,” ucapnya lagi.

Roy juga mempersoalkan keterangan Maret mengenai pernyataan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait ijazah Jokowi. Roy menyebut Maret sempat mengidentifikasi pihak yang menyampaikan pernyataan tersebut sebagai rektor UGM, tetapi kemudian mencabut pernyataannya.

“Yang kedua, dia juga kemudian saya temukan kebohongannya ketika dia mengatakan itu adalah Rektor UGM. Untungnya dia mencabut statement itu. Saya paksa dia, kalau nggak ada bohong 7 tahun ada, karena itu bukan rektor. Jadi kalau dia mengatakan pihak yang resmi saja, lha pihak yang resmi saja dia salah mengidentifikasi, yang resmi siapa, itu pun tidak bisa,” ujarnya.

Hal lain yang disoroti Roy adalah keterangan Maret mengenai ijazah pembanding. Roy membantah pernyataan saksi yang mengaku melihat ijazah pembanding milik rekan Jokowi saat pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.