Rifki dalam rencana aksi yang akan digelar di DPRD Kota Sukabumi, ada tiga tuntutan yang disampaikan untuk pemerintah pusat.
Pertama, kara Rifki, menolak perpanjangan , penundaaan pemilu atau Jokowi tiga periode.
“Kami menolak jabatan Presiden tiga periode dan menolak amandemen undang-undang 1945,” jelasnya.
Point selanjutnya yakni terkit mahalnya minyak goreng, kenaikan BBM yang berdampak pada kelangkaan dan ibu kota baru IKN
“Tuntutan selanjutnya, terkait denga kenaikan harga minyak goreng dan dampak kenaikan BBM dan menolak IKN,” pungkasnya.
Makassar bergerak
Mahasiswa Makassar dari Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Alauddin Makassar ( UINAM ), Universitas Bosowa ( Unibos ), dan Universitas Muhammadiyah ( Unismuh ) sudah kepalang.
Mereka turun jalan demo mulai siang hari, Jumat (8/4/2022).
Mereka tak peduli dahaga di tengah terik matahari.
Puasa tak menghalang mereka meneriakkan 10 tuntutan di tengah jalan.
Kemacetan pun tak terhindarkan.
“Kami akan terus demo. Besok, kami akan turun dengan massa lebih besar lagi,” tegas Humas Forum Konsolidasi Mahasiswa Unhas, Khoirul Zaman mengatakan.
Mahasiswa se-Indonesia telah sepakat turun aksi bersama pada Senin, 11 April 2022.
Tuntutan BEM se-Indonesia
Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada Senin (11/4/2022).
Dalam unjuk rasa itu para mahasiswa akan menyampaikan sederet tuntutan.
“Iya betulmemang kita merencanakan turun aksi kembali ditanggal 11 April,” kata Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal via pesan singkat kepada Tribunnews.com, Jumat (8/4/2022).
Ia menyebut aksi unjuk rasa kali ini merupakan lanjutan dari yang aksi sebelumnya yang pernah digelar pada 28 Maret silam.
Menurut Luthfi unjuk rasa ini digelar karena pada aksi sebelumnya BEM SI telah mengultimatum Presiden Jokowi melalui Kantor Staf Presiden (KSP) untuk mengambil sikap atas poin-poin tuntutannya.
Namun ternyata hingga saat ini belum ada respons dari pihak Istana.
“Aksi ini lanjutan dari sebelumnya. Sebelumnya kami mengultimatum 6 tuntukan harus sudah dijawab oleh Presiden Jokowi dalam waktu 14 hari. Tapi hingga saat ini belum ada respon dari pihak Istana. Makanya kami menggelar aksi ini untuk menagih janji (Presiden Jokowi) pada aksi sebelumnya,” kata Luthfi.
Hal senada dikatakan Koordinator BEM SI, Kaharuddin. Ia menjelaskan aksi ini merupakan rangkaian lanjutan dari aksi sebelumnya pada 28 Maret 2022.































































































Beri Komentar