UPDATE

EROPAINTERNASIONALNASIONAL

Miliarder Rusia Kembali Ditemukan Tewas Misterius, Keterlibatan Putin dan Pengikutnya Dipertanyakan

Satu teori adalah bahwa ia diracuni oleh racun kimia yang bisa memicu serangan jantung.

Dalam kasus lain, pada bulan April, taipan Vladislav Avayev (51), seorang mantan pejabat Kremlin, diduga telah mengambil nyawanya sendiri setelah membunuh istrinya Yelena (47), dan putrinya (13).

Dia memiliki hubungan tingkat tinggi dengan lembaga keuangan Rusia terkemuka Gazprombank.

Teman-temannya membantah laporan bahwa dia cemburu setelah istrinya mengaku hamil oleh sopir mereka.

Ada klaim bahwa dia memiliki akses ke rahasia keuangan elit Kremlin.

Beberapa hari kemudian multijutawan Sergey Protosenya (55), ditemukan gantung diri di Spanyol, setelah terbukti membunuh istrinya Natalia (53), dan putri remaja mereka dengan kapak.

Dia adalah mantan wakil ketua Novatek, sebuah perusahaan yang juga terkait erat dengan Kremlin.

Seperti halnya Avayev, kasus ini diduga kuat merupakan pembunuhan yang dibuat agar tampak seperti bunuh diri.

Pekan lalu, seorang multi-jutawan, yang telah membuat kekayaannya dengan kerajaan ponselnya, dan istrinya, ditemukan ditikam sampai mati dalam kasus lain yang menimbulkan kecurigaan.

Yevgeny Palant (47), dan istrinya Olga (50), yang keduanya kelahiran Ukraina, ditemukan dengan beberapa luka bekas senjata tajam oleh putri mereka Polina (20).

Sebuah penuturan langsung ke media mengklaim wanita itu bunuh diri karena cemburu setelah Palant mengatakan dia meninggalkannya.

Namun, hal ini dibantah keras oleh sahabat pasangan tersebut.

Nasib Elite Rusia yang Menentang Perang Ukraina

Sejumlah tokoh elite Rusia terang-terangan menyatakan penolakan atas invasi negaranya ke Ukraina.

Mereka adalah segelintir orang yang berani menyatakan pendapat di tengah tekanan pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Dua di antaranya adalah seorang diplomat internasional dan anggota direksi perusahaan keuangan milik pemerintah.

Kolase mantan wakil Presdir perusahaan.

Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, Rabu (25/5/2022), Igor Volobuyev menghabiskan dua dekade bekerja di jantung pendirian bisnis Rusia, pertama untuk Gazprom kemudian untuk afiliasinya Gazprombank.

Di perusahaan terakhir, Volobuyev menjadi wakil presiden direksi hingga Februari tahun ini.

Setelah Putin melancarkan perangnya di Ukraina pada akhir Februari, Volobuyev memutuskan dia tidak tahan lagi tinggal di Rusia.

Pria itu pun mengemasi ransel kecil berisi barang-barang dan setumpuk uang tunai, dan terbang ke luar negeri pada tanggal 2 Maret, berpura-pura pergi berlibur.

Beberapa hari kemudian, Volobuyev menyeberang dari Polandia ke Ukraina, di mana dia menghabiskan masa kecilnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.