UPDATE

NASIONAL

Bambang Pacul Gertak Anies Baswedan, Gembosi Wilayah Jawa Tengah Jika Maju di Pilpres 2024

“Nyatanya poros-poros politik yang sudah ada terus melakukan kerja-kerja politik dan silaturahmi politik antara elite untuk memastikan partner koalisi,” ujarnya.

“Sebut saja, misalnya Puan Maharani, begitu aktif dan agresif melakukan komunikasi dengan sejumlah elite partai, tentu sebagai untuk memastikan Puan bisa menemukan partner politik di 2024, karena PDIP merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung capres-cawapres sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adi menyebut, saat ini hubungan Gerindra dengan PKB juga makin harmonis.

“Kita melihat bagaimana koalisi Gerindra-PKB terlihat juga sangat solid,” ujarnya.

“Bahkan, disebut-sebut dalam waktu dekat bahwa Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar segera deklarasi sebagai pasangan capres-cawapres di 2024,” ucap Adi.

Selain itu, untuk poros lainnya, partai yang berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) juga intens melakukan komunikasi politik.

“Bahkan, kita juga melihat KIB terus melakukan komunikasi dan konsolidasi, di mana Pak Airlangga salah satu orang yang sangat mungkin nantinya akan diusung oleh Golkar, PPP dan PAN juga sudah memunculkan nama-nama yang sangat mungkin akan menjadi partner Ailangga di tahun 2024,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Analis politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Ia memprediksi, akan ada 3-4 poros koalisi pada Pemilu 2024.

Termasuk, poros yang mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai presiden.

“Akan ada 3 sampai 4 poros koalisi pada pilpres 2024,” kata Pangi kepada Kompas.com, Rabu (5/10/2022).

Setelah diusungnya Anies sebagai capres dari NasDem, menurut Pangi, semakin besar kemungkinan Nasdem akan berkoalisi dengan Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di posisi cawapres, Demokrat diprediksi akan menawarkan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara, PKS mungkin menyodorkan kadernya yang juga mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Adapun untuk poros kedua, kemungkinan diisi oleh Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), kongsi bentukan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pangi pun mengatakan, koalisi ini berpotensi mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai capres dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sebagai cawapres.

Kemudian, poros ketiga boleh jadi Gerindra bekerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan.

Namun, bila PDI-P memutuskan berjalan sendirian, maka akan ada empat poros koalisi pada pilpres mendatang.

“Poros ketiga Gerindra-PKB-PDIP mengusung Prabowo-Puan (Prabowo Subianto dan Puan Maharani), atau poros keempat PDI-P maju sendiri,” ucap Pangi.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.